Jumat, 29 Mei 2020

Menyandang Disabilitas, Pelajar SMK di Majalengka Ini Rakit Remote Canggih Cegah Pencurian Motor

- 20 Februari 2019, 19:00 WIB
SEORANG siswa kelas 11, SMK Kertajati, Kabupaten Majalengka Artama Aji (17) warga Blok Panjalin, Desa Biyawak, Kecamatan Kertajati disertai Kepala Program Teknik Kendaraan Ringan SMK Kertajati Bambang Ardiansyah tengah merakit remote kontrol kendaraan bermotor untuk pengamanan kendaraan dari pencuri sepeda motor, Rabu 20 Februari 2019.*/TATI PURNAWATI

MAJALENGKA,(PR).- Seorang siswa kelas 11,SMK Kertajati Kabupaten Majalengka Artama Aji (17) mampu merakit remot kendaraan bermotor sebagai pengaman dari aksi pencurian. Warga Blok Panjalin, Desa Biyawak, Kecamatan Kertajati itu menamai alatnya remote “Kemoja Sakti”.

Remote yang dirakitnya tersebut berbahan kartu telefon seluler, modul rilai atau stop kontak digital, arduino, serta peralatan lainnya. Setelah benda-benda kecil tersebut dirakit kemudian ditempel di sepeda motor disatukan dengan kabel yang tersambung di kontak motor.

Cara menghidupkan dan mematikan sepeda motor tersebut dilakukan melalui telpon seluler pemilik sepeda motor, yang aplikasinya diseting terlebih dulu.

Dengan remote tersebut, menurut Artama, sepeda motor bisa dihidupkan dan dimatikan dari jarak jauh sekalipun. Disebut bisa aman dari tingkat pencurian karena ketika sepeda motor ada yang mencuri pemilik sepeda motor bisa mengirim pesan “tidak jalan” atau “off”.

Sehingga laju sepeda motor bisa langsung berhenti melaju atau tidak bisa dihidupkan sama sekali.

“Caranya ketik pesan of ke nomor kartu telpon yang dipasang disepeda motor sepeda, sebaliknya untuk menghidupkan bisa ketik pesan on,” ucap Artama yang bercita-cita memproduksi peralatan elekto controller.

Untuk mengetahui keberadaan sepeda motor atau kendaraan bermotor seperti mobil, bisa dipasangi GPS yang letaknya disembunyikan. Sehingga ketika sepeda motor hilang keberadaan sepda motor itupun bisa dilihat di GPS yang tersambung di android pemilik.

Terampil di tengah keterbatasan

Artama menyebutkan pembuatan remot tersebut hanya coba-coba, karena awalnya dia akan membuat remot untuk mematikan lampu listri di rumahnya  serta kipas angin melalui remot. Setelah berhasil membuat remot kipas, semua alat tersebut dia bongkar kembali dan mencoba membuat remot kendaraan.

“Meskipun orang lain banyak yang mengetahui nomor telpon yang dipasang di sepeda motor. T idak akan bisa mengirim pesan siangkat untuk menghidupkan atau mematikan sepeda motor. Kalau pun bisa itu bisa dikendalikan dari telpon seluler pemilik,“ kata Artama anak apsangan Taruna dan Karsiti ini.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X