Terisolasi, Warga Parentas Kabupaten Tasikmalaya Sulit Berkomunikasi

- 18 Februari 2019, 00:22 WIB
Warga mencari sinyal telefon genggam di area gapura kawasan Bukit Pasir Nini, Desa Parentas, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, Senin (11/2/2019). Tak hanya akses jalan yang buruk, warga Parentas kesulitan berkomunikasi menggunakan telefon genggam karena susah mendapatkan sinyal./BAMBANG ARIFIANTO/PR

REMAJA itu asyik memainkan jemari di permukaan telefon genggamnya sembari duduk di atas jok sepeda motor. Suara sengau Chris Martin, vokalis Coldplay mengalun dari telefon genggamnya tersebut.

Lagu Paradise baru usai berganti Hymn For The Weekend memecah keheningan lokasi itu. Ya, kebiasaan remaja bernama ‎ Fahmi Muhamad Fajari (15) itu tak kalah dari anak-anak muda dari kota.

Ia menggemari lagu-lagu yang tengah ngetren dan juga aktif di media sosial. Namun, aktivitas yang dilakukannya cukup unik lantaran berlangsung di area puncak bukit Pasir Nini, Desa Parentas, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya.

Lokasi tersebut spesial karena menjadi salah satu titik warga mendapatkan sinyal telefon genggam. Warga Parentas memang kesulitan mendapatkan sinyal di kawasan pemukimannya. Untuk menelfon, mengirim pesan singkat dan berselancar di internet, warga mesti mendaki terlebih dahulu ke Pasir Nini.

Seperti dilakukan Fahmi yang nongkrong di tempat itu setelah tiba menggunakan sepeda motor, Senin 11 Februari 2019. Lokasi favorit warga menelpon dan mengakses internet di Pasir Nini  berada di area gapura Desa Parentas. Selain berada di kawasan perbukitan, gapura itu dikelilingi hamparan ladang warga. Bukit-bukit lain bertonjolan dengan hutan yang yang menaunginya. 

loading...

Siang itu, Fahmi membuka aplikasi Facebook sembari mendengarkan lagu-lagu hasil mengunggah di tempat tersebut.

Menurutnya, tempat itu kerap ramai dikunjungi warga saat menjelang sore. Mereka menelpon atau sekadar mengecek pesan singkat yang mampir ke telefon genggamnya. Sementara Fahmi lebih senang mengunggah lagu-lagus kesukaannya dan melihat aplikasi media sosialnya. Kecepatan mengunggah sangat tergantung pada kondisi sinyal.

"Kadang (sinyal) kencang, kadang enggak," ujar Fahmi. ‎Meski harus melalui medan menanjak, ia cukup terbantu dengan masih adanya sinyal yang tertangkap di Pasir Nini. Jika ada tugas sekolah, lanjut pelajar SMPN Satup Atap 2 Cigalontang tersebut mengumpulkan bahan dari internet dengan bermodal nongkrong di Pasir Nini. Demikian pula yang dilakukan teman-temannya yang tak mungkin mengandalkan akses dalam jaringan (Daring) di rumahnya.

Sementara itu, Rika Wulandari (33), Guru SDN Parentas juga asik memainkan telefon genggamnya di tempat yang sama. Rika memeriksa pesan-pesan singkat yang masuk melalui aplikasi WhatsApp. Sebagai guru, Rika kerap mendapatkan pesan-pesan terkait urusan kegiatan mengajar melalui aplikasi tersebut.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X