Jumat, 28 Februari 2020

Tak Sekadar Infrastruktur, Muaragembong Butuh Pelestarian Lingkungan

- 31 Januari 2019, 22:45 WIB
SEJUMLAH aktivis lingkungan berkumpul di Sekretariat Save Mugo di Desa Pantai Bakti Kecamatan Muaragembong Kabupaten Bekasi. Mereka mendorong pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur namun juga pelestarian lingkungan dengan langkah konkret.*/TOMMI ANDRYANDY/PR

MUARAGEMBONG kini tak lagi menjadi kecamatan yang tertinggal. Jalan yang semula hancur, kini mulus berlapis beton. Begitupun sejumlah jembatan dibangun untuk memudahkan warga di sejumlah desa agar saling terhubung.

Hanya saja, sejumlah aktivis lingkungan menyayangkan hal itu. Bukan tidak menginginkan pembangunan, hanya saja, setiap sentuhan pembangunan itu tidak dibarengi dengan upaya pelestarian lingkungan.

Padahal, daerah paling utara di Kabupaten Bekasi ini kerap dijadikan sebagai lokasi budi daya, atau tuan rumah berbagai kegiatan pemerintahan. Teranyar, kedatangan Presiden Joko Widodo untuk menghadiri panen raya udang vaname di Desa Pantai Mekar, Rabu, 30 Januari 2019.

Ini sebenarnya menjadi kunjungan kedua Jokowi ke Muaragembong. Pada November 2017 lalu, Jokowi datang untuk membagikan sertifikat. Hanya saja, baik di kunjungan pertama maupun kedua, isu pelestarian lingkungan tidak pernah disentuh.

“Sebenarnya kemarin Rabu itu bertepatan dengan Hari Primata Indonesia, kami inginnya itu jadi momentum. Kan pas banget di Muaragembong kan juga lokasi lutung jawa, Cuma sayang tidak disentuh,” kata Firman Nur Hasan, Koordinator Bidang Edukasi dan Pembinaan Save Mugo kepada “PR”, Kamis, 31 Januari 2019.

Save Mugo merupakan wadah bagi para aktivis lingkungan yang fokus pada pelestarian alam Muaragembong.

Pada saat kunjungan Jokowi kemarin, Save Mugo menggelar aksi protes dengan membentangkan spanduk berisi kritik tentang rendahnya perhatian pemerintah terhadap lingkungan, khususnya di Muaragembong. Spanduk dipasang di sekitar Sekretariat Save Mugo di Desa Pantai Mekar, lokasi yang dilalui iringi-iringan rombongan presiden.

Tidak ada larangan dari pihak keamanan maupun pasukan pengamanan presiden atas aksi tersebut. Hanya saja, mereka kecewa karena aksi itu tidak ditanggapi.

“Enggak ada yang menanggapi tapi semoga dibaca, apalagi selain presiden ada Bu Menteri  Siti Nurbaya Bakar sama ada Gubernur Ridwan Kamil,” kata dia.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X