Kamis, 20 Februari 2020

Cemaskan Penebangan Pohon di Garut, Komisi VII DPR Diminta Turun Tangan

- 26 Januari 2019, 19:23 WIB
PLANG peringatan terpasang di kawasan operasional PT Star Energy Geothermal, Darajat, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, Jumat 25 Januari 2019. Masyarakat sekitar khawatir penebangan pohon di wilayah operasional PT Star Energy Geothermal yang dilakukan sepanjang 2018 akan memicu bencana alam.*/RANI UMMI FADILA/PR

JAKARTA, (PR).- Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta Komisi VII DPR mendorong Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk menjelaskan penurunan ­status kawasan cagar alam menjadi taman wisata alam. Penjelasan itu penting mengingat cagar alam merupakan suatu kawasan suaka alam.

Menurut dia, kawasan seperti itu memiliki kekhasan tumbuhan, satwa, dan ekosistem tertentu yang perlu dilindungi dan perkembangannya berlangsung secara alami.

Selain itu, Bambang mendorong Kepala Daerah Provinsi Jawa Barat berkoordinasi dengan KLHK untuk mengkaji kembali SK 25/MENLHK/SETJEN/-PLA.2/1/­2018 tersebut.

”Ini untuk menghindari po­lemik antarlembaga yang ada, utamanya untuk kegiatan pelestarian lingkungan,” kata­nya, Jumat 25 Januari 2019.

Ia juga mengimbau masyarakat sekitar kawasan cagar alam agar turut menjaga kawasan tersebut. ”Serta dapat menjadi dasar penguatan status wilayah cagar alam yang ada,” katanya.

Khawatir

Masyarakat di Kecamatan Darajat kha­watir terhadap dampak penebangan pohon di kawasan yang masuk dalam wilayah ope­rasional PT Star Energy Geothermal, per­usahaan penghasil panas bumi.

Banyaknya lahan gundul di Darajat sempat disebut menjadi penyebab terjadinya banjir bandang di kawasan perkotaan Garut pada 2016.

Seorang warga Desa Padaawas, Wawan Hermawan, mengatakan bahwa pene­bangan pohon terjadi se­panjang tahun 2018. Lokasi penebangan pohon berada di titik S4 kawasan PT Star Energy Geothermal.

Pohon yang ditebang menggunakan alat berat tersebut kemudian diangkut dengan belasan truk.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X