Jumat, 5 Juni 2020

Fakta Hilangnya Uang Warga Garut dalam Tabungan

- 23 Januari 2019, 11:36 WIB
IIP Sumantri, menunjukan kartu ATM dan hasil print rekening koran. Uang Iip sebanyak Rp 19 juta yang disimpan di tabungan salah satu bank BUMN hilang misterius.*/AEP HENDY/KP

GARUT, (PR).- Iip Sumantri (54), warga Kampung Cinyawar RT 03 RW 01, Desa Sukamurni, Kecamatan Cilawu, diduga menjadi korban skimming. Uang tabungan miliknya di bank dengan nilai Rp 19 juta raib misterius.

Selama ini, ia dan keluarganya mengaku tak pernah mengambil uang yang ditabungkan sejak 2017 lalu itu. Kekecewaan Iip menjadi-jadi, setelah pihak bank BUMN tempat ia menabung tidak memberikan penyelesaian pasti.

Uang remunerasi

Kepada “KP”, Iip menjelaskan bahwa uang tabungan yang raib itu merupakan uang remunerasi. Uang itu sengaja ditabungkan seluruhnya, dan tak pernah diambil dengan tujuan untuk keperluan kuliah anak dan umroh.

"Sejak 2017 hingga sekarang, seharusnya tabungan saya di BNI itu sudah mencapai Rp 38 juta. Namun ketika saya cek pada awal 2019, ternyata uangnya hanya tersisa Rp 19 juta dengan kata lain yang Rp 19 juta sudah raib," ujar Iip yang merupakan PNS Polri di Kantor Samsat Garut ini menerangkan.

Hilangnya setengah nilai tabungannya itu membuatnya terkejut, karena memang Iip tak pernah mengambil uang itu sepeser pun. Iip juga mengaku jika ia rutin menabungkan uangnya rata-rata Rp 1,4 juta per bulan di tabungan tersebut.

Diambil berkali-kali di ATM

Ia pun lalu mendatangi bank tempatnya menabung di Jalan Ahmad Yani, Garut, untuk mempertanyakan hal itu. Kepada petugas bank, dia meminta agar rekening koran atas tabungannya dicetak. Ternyata, hasil print rekening koran menunjukan, bahwa uang tabungannya telah beberapa kali diambil seseorang melalui ATM.

Lagi-lagi Iip menegaskan bahwa ia dan keluarganya tak pernah mengambil uang, karena kartu ATM atas tabungan tersebut disimpan di tempat yang dirahasiakan. Terlebih, tempat penyimpanan kartu ATM-nya dalam keadaan selalu terkunci.

Untuk memastikan siapa yang telah menggasak tabungannya, Iip meminta pihak bank memperlihatkan rekaman CCTV. Setelah melalui beberapa proses dan waktu, akhirnya pihak bank menyetujui serta memperlihatkan rekaman CCTV.

Halaman:

Editor: Fani Ferdiansyah


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X