Kamis, 20 Februari 2020

Soal Status Cagar Alam Kamojang, Kunci Pengendalian Ada di Tangan Pemkab Garut

- 21 Januari 2019, 19:31 WIB
WARGA memancing sambil membawa sepeda motor di Danau Ciharius, Kawasan Cagar Alam Kamojang, Kabupaten Bandung, Kamis 17 Januari 2019.*/ADE BAYU INDRA/PR

BANDUNG, (PR).- Pengubahan kawasan cagar alam menjadi kawasan wisata dan permukiman dapat menyebabkan terjadinya bencana. Pemerintah daerah harus mampu mengendalikan tatanan pengubahan kawasan tanpa menimbulkan dampak negaif bagi lingkungan sekitarnya.

Terjadinya perubahan lingkungan di wilayah Garut, contohnya, telah menyebabkan bencana banjir tidak hanya di Garut. Tetapi juga sampai ke Kabupaten Bandung.

“Ini hasil dari pengecekan kami atas LKPJ Gubernur di Garut beberapa waktu lalu,” kata anggota Komisi IV DPRD Jabar Gatot Tjahyono Senin 21 Januari 2019.

Menurut Gatot, kunci pengendalian perubahan kawasan berada di tangan pemerintah daerah. Pembiaran perubahan kawasan atau pemberian izin di luar Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) dikategorikan ke dalam pelanggaran.

Diakui Gatot, pengubahan kawasan cagar alam ataupun kawasan lainnya menjadi kawasan wisata seringkali merusak lingkungan. Kendati demikian, kata Gatot, tidak berarti melarang adanya kawasan wisata.

“Perizinan pendirian bangunan baru harus diperketat. Hanya 15% yang diizinkan,” ucapnya.

Terkait Cagar Alam Kamojang, kata Gatot, sebagai penyangga lingkungan hidup memang telah mengalami deforestasi. Banyak terjadi pengubahan lahan di luar kepentingan lingkungan hidup. Hal itu tidak hanya membahayakan lingkungan setempat.

“Tapi ini akan berdampak juga pada lingkungan sekitarnya,” kata dia.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X