Aduh Rumitnya Jadi Pasien BPJS Kesehatan

- 9 Januari 2019, 10:49 WIB
Antre berobat/DOK PR

BERHENTINYA sementara pe­la­yanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) di ru­mah sakit yang belum terakreditasi, membuat pasien kelimpungan. Pasien BPJS yang sudah terjadwal dioperasi pada 2019 merasa terbebani karena tiba-tiba harus menanggung ­biaya operasi. 

Asep Dadang, seorang warga Kecamatan Cilawu mendatangi Rumah Sakit Nurhayati, Selasa 8 Januari 2019 pagi. Dia bermaksud berkonsultasi terkait ber­hentinya sementara pelayan­an BPJS Kesehatan di RS Nurha­yati karena RS swasta itu be­lum terakreditasi. 

Penghentian layanan berlaku sejak 1 Januari 2019. Padahal, pihak rumah sakit telah menjadwalkan operasi hernia untuk istrinya pada 25 Januari 2019. Penjadwalan dilakukan pada 28 Desember 2018.

Dengan berhentinya pela­yan­an BPJS Kesehatan, otomatis operasi istri Asep tak bisa ditanggung BPJS Kesehatan meski istrinya ­peserta BPJS Kesehatan. Dia harus menanggung sendiri biaya operasi yang nilainya sekitar Rp 10 juta. 

”Kalau bayar sendiri berat. Saya kan pasien miskin, pakai Kartu ­Indonesia Sehat,” ucap Asep di RS Nurhayati. 

loading...

Dia mengaku kecewa karena proses operasi istrinya jadi ­terhambat. Padahal, sebelumnya, istri Asep sudah melalui berbagai tes sebelum operasi seperti tes darah dan pemeriksaan jantung.

Asep sebenarnya punya pi­lih­an lain, melakukan operasi di RS lain yang terakreditasi. RS terakreditasi di Garut yaitu RSUD dr Slamet dan RS TNI AD Guntur, masih melayani pasien BPJS Kesehatan

Namun, dia harus melalui prosedur dari awal. Asep harus kembali ke puskesmas untuk meminta rujukan berobat ke RS TNI AD ­Guntur yang merupakan RS kelas C. Dari RS Guntur, Asep kemudian me­minta dirujuk ke RS kelas B yakni RSUD dr Slamet.

Selanjutnya di RS dr Slamet, Asep juga harus menempuh beberapa prosedur, mulai dari pendaftaran hingga penjadwal­an operasi. Belum lagi antrean operasi di RS umum lebih lama dibandingkan dengan RS swasta, mencapai tiga bulan. 

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X