Minggu, 15 Desember 2019

Kisah Korban Longsor Sukabumi, Ada Dentuman Keras Sebelum Bencana Terjadi

- 1 Januari 2019, 20:36 WIB
KELUARGA Umi (65) yang menjadi korban longsor Sukabumi, tengah berkumpul dirumah kerabatnya.*** AHMAD RAYADIE/PR

SUARA dentumen keras sempat memekakkan telinga warga, saat bencana tanah longsor menerjang pemukiman warga di  Kampung Garehong, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Senin 31 Desember 2018 petang.

Dentuman suara yang disertai gemuruh aliran air dan lumpur itu, hanya kurang dari tiga menit langsung menerjang 30 dari 32 unit rumah warga disana.

Sebagian besar warga yang tengah beristirahat langsung berlarian kesejumlah arah. Namun sebagian warga yang berada di dalam rumah hanya bisa pasrah saat empasan tanah longsor irigasi Cilimus itu menerjang dan menimbun rumah mereka.

"Hanya beberapa menit setelah dentuman, terdengar.gemuruh air yang berada di Gunung Surandil, longsor langsung menerjang rumah warga. Kami hanya mendengar suara orang yang minta tolong sayup-sayup hilang, mungkin terkena lumpur dan batu," kata warga Cimapag, Daeng.

Sebenarnya warga sama sekali tidak menyangka akan terjadi bencana tanah longsor. Apalagi saat kejadian, di aeral pemukiman yang dikelilingi kawasan pertanian tersebut tidak turun hujan. 

"Sehingga warga pulang dari ladang langsung istirahat. Hanya warga yang berada di luar rumah yang berhasil selamat. Walaupun ada juga yang terseret lumpur karena kalah cepat dari longsoran," katanya.

Sementara itu, nasib baik menimpa Uwes (24) yang lolos dari maut saat bencana tanah longsor menerjang dan menimbun rumahnya. Saat kejadian, ibu beranak satu itu lolos dari maut kerena tengah mengunjungi kakak iparnya yang menggelar selamatan bayi yang baru sebulan dilahirkan.  

Hanya saja, ibunda Uwes, Umi (63) tewas tertimbun bencana.Bahkan jasadnya, belum ditemukan hingga proses evakuasi dihentikan untuk sementara. "Sebenarnya, ibu sempat menghadiri selamat kakak. Tapi karena ingat ternak masih belum masuk kandang, ibu pulang dulu," katanya. 

Luka Uwes semakin mendalam, itu setelah diketahui bahwa saudara laki-laki dan kakak ipar perempuannya turut menjadi korban. "Saya semakin sedih, Hafsah dan Hapudin turut menjadi korban. Beruntung anak laki-lakinya berhasil lolos," katanya.***



Editor: Gugum Rachmat Gumilar

Tags

Komentar

Terkini

X