Tanah di Atas Proyek Tol Cisumdawu Ambles

- 26 Desember 2018, 20:24 WIB
SEORANG warga mengamati tanah ambles yang menyerupai lubang besar di wilayah Kec. Pamulihan, Rabu (26/12/2018).*/ADANG JUKARDI/PR

SUMEDANG, (PR).- Tanah di atas terowongan proyek Tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan), kawasan Dusun Cimasuk I, Desa/Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, ambles. Tanah ambles yang membentuk lubang cukup dalam itu pun menggemparkan warga.

Bagaimana tidak, warga khawatir tanah yang ambles tersebut meluas dan membahayakan keselamatan mereka. Warga pun berdatangan ke lokasi untuk melihat langsung lubang besar tersebut karena penasaran.

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, aparat kepolisian dari Polsek Pamulihan langsung memasangi garis polisi di sekitar tanah yang ambles. Seorang warga Dusun Cimasuk I RT02/07, Desa/Kecamatan Pamulihan, Dede (43), memperkirakan tanah di atas terowongan proyek tol ini ambles pada Selasa, 25 Desember 2018, sekira pukul 02.00 WIB.

Pasalnya, ia mengaku dirinya dan sejumlah warga lainnya mendengar suara dentuman yang cukup keras. Awalnya mereka menduga suara dentuman itu bersumber dari pengerjaan terowongan proyek Tol Cisumdawu.

“Saya mendengar dentuman yang cukup keras dua kali. Awalnya saya menduga  suara itu berasal dari pemasangan paku bumi pengerjaan terowongan Cisumdawu,” kata Dede, Rabu 26 Desember 2018.

Karena penasaran, kata Dede, dia bersama warga lainnya mengecek langsung ke lokasi proyek tol itu. “Ketika dicek, ada lubang besar yang cukup dalam tepat di atas terowongan tol Cisumdawu. Kemungkinan besar, suara yang kami dengar bukan dari pengerjaan proyek tol, melainkan suara tanah ambles tersebut," ujarnya.

Ia mengatakan, tanah ambles itu menyerupai lubang besar dengan kedalaman sekitar 10 meter.  Sebelumnya, ungkap Dede, lahan tempat lubang menganga itu merupakan kawasan permukiman warga.

"Dulu, di sini  ada 8 rumah warga.  Karena di bawahnya dibangun terowongan sehingga lahan ini dikosongkan," ucapnya.

Setelah tahu ada tanah ambles, kata dia, warga yang penasaran terus mencari informasi penyebabnya, termasuk menanyakan langsung kepada kontraktor proyek terowongan. Namun setelah ditanyakan, mereka mengaku tidak mengetahuinya.  

Halaman:

Editor: Fani Ferdiansyah


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X