[Laporan Khusus] Atasi Krisis, Menjawab Teguran Sungai Cimanuk

- 11 Desember 2018, 01:15 WIB
PERMUKIMAN padat penduduk yang bersebelahan dengan Sungai Cimanuk rata disapu banjir bandang di Kampung Cimacan, Kecamatan Tarogongkidul, Kabupaten Garut, Rabu 21 September 2016. Banjir bandang akibat meluapnya Sungai Cimanuk tersebut mengakibatkan 57 rumah hanyut, 20 orang meninggal dunia, dan belasan lainnya hilang.*

SUNGAI Cimanuk merupakan sungai terpanjang kedua di Jawa Barat. Sungai sepanjang 180 km itu membentang melintasi empat wilayah yakni Kabupaten Garut, Sumedang, Majalengka, dan Indramayu. Cirebon juga merupakan wilayah yang kerap terdampak meluapnya Sungai Cimanuk.

Kelima daerah tersebut hingga kini dinilai belum sepenuhnya aman dari potensi banjir akibat luapan Cimanuk.

Kawasan daerah alir­an Sungai Cima­nuk memang memiliki peran penting yang mestinya berfungsi sebagai penopang resapan air.

Akan tetapi, kondisinya justru kritis akibat alih fungsi lahan yang sangat masif di daerah hulu. Belum lagi tingginya tingkat sedimentasi yang mencapai 2 juta meter kubik per tahunnya, berdasarkan data ­Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung. Tak meng­herankan jika banjir kerap terjadi di DAS Cimanuk.

loading...

Setelah banjir bandang, Cisanggarung">BBWS Cimanuk-Cisanggarung terus berbenah. Sejumlah perbaikan gencar dilaksanakan untuk mengantisipasi agar bencana itu tidak terulang kembali. Namun, keterbatasan kekuatan menyebabkan perbaikan tidak bisa dilakukan seluruhnya.

Pejabat Pembuat Komitmen ­Cisanggarung">BBWS Cimanuk-Cisanggarung, Uki, mengatakan bahwa perbaikan DAS Cimanuk khususnya wilayah Garut telah dilakukan secara bertahap. Setelah bencana tahun 2016, hingga kini pembangunan dan perbaikan masih terus dilaksanakan.

”Kita sudah membangun beberapa tanggul pasangan batu yang terkena dampak ban­jir bandang di hulu Sungai Cimanuk,” ujarnya, akhir pekan lalu.

Tak hanya itu, pada 2017 BBWS juga membangun 3 cekdam guna menahan luapan Cimanuk. Cekdam itu antara lain dibangun di Tambak Daya, Bayongbong, dan Cikamiri. Satu cekdam pun kembali dibangun di daerah Cisurupan tahun ini.

Halaman:

Editor: Tim Pikiran Rakyat


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X