Kamis, 9 April 2020

Pencemaran Sungai Cileungsi Bak Kasus Narkoba, Bupati Bogor Harus Serius Menangani dalam 30 Hari

- 8 Desember 2018, 03:33 WIB
AIR Sungai Cileungsi yang melintasi Kabupaten Bogor berwarna hitam dan mengeluarkan bau menyengat, Selasa 28 Agustus 2018. Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya menyatakan bahwa telah terjadi malaadministrasi dalam penanganan pencemaran Sungai Cileungsi di Kabupaten Bogor.*

CIBINONG, (PR).- DPRD Kabupaten Bogor meminta Bupati Nurhayanti serius dalam menangani kasus pencemaran Sungai ­Cileungsi. Salah satunya adalah dengan menjatuhkan sanksi tegas terhadap perusahaan-perusahaan yang terbukti mencemari sungai.

Terbitnya laporan Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya—tentang adanya ­malaadministrasi penanganan pencemaran—menjadi bukti bahwa selama ini penanganan tidak dilakukan secara tegas dan benar.

Demikian pendapat Slamet Mulyadi (Ketua Fraksi PDI Perjuangan) dan Wasto (anggota DPRD dari Fraksi PKS), Jumat 7 Desember 2018.

Menurut mereka, rekomendasi Ombudsman harus ditindaklanjuti secara serius melalui langkah-langkah nya­ta oleh Bupati Nurhayanti selaku atasan Dinas Lingkungan Hidup.

”Rekomendasi yang disampaikan Ombudsman terhadap tindakan korektif yang harus dilakukan Bupati Nurhayanti sudah terang benderang. Kami minta hal itu harus disikapi dengan serius,” kata Slamet Mulyadi.

Terkait hal itu, Slamet Mulyadi mengatakan, nanti publik akan bisa menilai, apakah ada keseriusan dan ketegasan bupati menindaklanjuti reko­mendasi Ombudsman tersebut atau tidak.

”Memang masa jabatan Bu Nurhayanti tinggal beberapa hari lagi. Namun, keputusan Ombudsman tersebut ditujukan kepada bupati secara kelembagaan, bukan pribadi. Jika sebelum 30 hari sejak keputusan Ombudsman keluar bisa ditindaklanjuti oleh Bupati Nurhayanti, itu langkah ba­gus,” katanya.

Slamet Mulyadi dan Wasto menyata­kan, dewan sangat mendukung jika nanti diambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan pen­cemaran.

Halaman:

Editor: Tim Pikiran Rakyat

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X