Selasa, 2 Juni 2020

Puruluk Oncom, dari Majalengka Hingga ke Papua

- 7 November 2018, 14:02 WIB
SANTI Ratna Yunita, warga Blok Pahing RT 1, RW 2, Desa Rajagaluh Kidul, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka, memperlihatkan makanan olahan oncom buatannya di Lapangan Pujasera, Majalengka, Selasa 6 November 2018. Makanan olahan ini pemasarannya sudah mencapai Papua dan Batam walaupun baru dirintis beberapa waktu lalu.*

BERAWAL dari coba-coba karena suami sulit membawa bekal makanan untuk mendaki ke gunung, Santi Ratna Yunita, warga Blok Pahing, RT 1, RW 2, Desa Rajagaluh Kidul, Kecamatan Rajagaluh, Kabupa­ten Majalengka akhirnya menekuni bisnis makanan bernama puruluk oncom.

Meskipun baru dua bulan memasar­kan produknya, pasar puruluk oncom buatan Santi kini sudah merambah ke Papua dan Batam. Omzetnya pun kini lumayan besar dengan bahan baku hingga mencapai 800 kerat oncom.

Santi mengatakan, puruluk oncom adalah makanan yang terbuat dari oncom merah yang dimakan sebagai teman nasi. Rasanya gurih. Makanan ini cocok dibawa untuk bepergian ke gunung, sawah atau ke mana pun. 

Nasi yang ada cukup ditaburi puruluk oncom ini, sudah terasa enak. Tak perlu lagi membawa teman nasi lainnya. Maka­nya, untuk para pendaki akan lebih efektif.

”Saya mengawali bisnis ini karena ­su­ami saya sering mendaki gunung ber­sa­ma temannya. Ketika naik gunung dan harus membawa nasi, sulit membawa lauk-pauk apalagi sayur,” kata Santi, Selasa 6 November 2018.

Santi pun berpikir bagaimana membuat teman nasi yang mudah dibawa, te­tapi terasa enak dan tetap mengandung energi.

”Untuk itu, saya mencoba membuat oncom kering yang dibu­buk­kan dengan campuran garam dan rempah-rempah. Hasilnya ternyata disukai suami dan ­teman-temannya,” ujar Santi.

Sejak itu, dia berupaya membuat de­ngan jumlah lebih banyak dan mulai dipasarkan secara daring serta sebagian dititipkan di warung-warung. Agar lebih menarik, dia pun membuat kemasan da­lam stoples kecil dengan harga jual Rp 15.000 per stoples.

Bukan sembarang oncom

Kini dalam seminggu Santi sudah bisa menghabiskan oncom hingga 800 kerat dengan ukuran 8 cm x 15 cm. Satu kerat oncom bisa dibuat untuk satu stoples puruluk oncom.

Halaman:

Editor: Tati Purnawati


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X