Sabtu, 6 Juni 2020

Bupati Bekasi Masuk Tim Kampanye Jokowi

- 26 September 2018, 11:12 WIB

CIKARANG, (PR).- Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin mengaku belum menerima instruksi terkait keterlibatannya dalam tim pemenangan pasangan Joko Widodo – Ma’ruf Amin wilayah Jawa Barat. Meski begitu, Neneng siap turut menyukses pasangan nomor urut 01 itu menjadi pemenang pada Pemilihan Calon Presiden dan Wakil Presiden 2019.

“Untuk instruksi khusus, saya belum menerima. Namun memang saat ini jika memang ditugaskan, saya siap memberikan yang terbaik,” kata Neneng. Seperti diketahui, selain menjadi Bupati, Neneng menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya Kabupaten Bekasi.

Nama Neneng lantas tercantum dalam tim pemenangan Jokowi – Ma’ruf wilayah Jawa Barat yang diketuai mantan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Berdasarkan Surat Keputusan nomor 015/KPTS/TKN-JKWMA/IX/2018 yang diterbitkan Tim Kampanye Nasional, Neneng tercatat sebagai pengarah teritorial bersama Wakil Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja.

Posisi pengarah teritorial sendiri memang disiapkan bagi kader partai politik pendukung yang memimpin suatu daerah. Selain Neneng dan Eka, tercatat juga nama Walikota Bekasi Rahmat Effendy, Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra, Bupat Bogor Nurhayanti hingga Bupati Bandung Dadang Naser.

Selain memimpin daerah, para bupati dan walikota ini dipilih karena dinilai telah mengetahui wilayah sekaligus psikologis pemilih daerah. Seperti halnya Neneng yang kembali sukses meraih suara terbanyak pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bekasi 2017 silam.

“Soal psikologi dan pendekatan kepala para pemilih di Kabupaten Bekasi memang sudah tahu karena memang ini warga saya. Tapi saya sendir harus mengetahui apa yang ditugaskan kepada saya. Namun yang jelas saya siap berikan yang terbaik, sesuai arahan partai,” kata dia.

Disayangkan

Sementara itu, di sisi lain, Ketua Dewan Pengurus Cabang Partai Demokrat Kabupaten Bekasi Romli menyayangkan dilibatkanya kepala daerah dalam Pilpres 2019. Dikhawatirkan, keterlibatan itu dapat mengganggu kinerja dan roda pemerintah daerah.

“Harusnya kepala daerah itu fokus di pemerintahan saja, bekerja memimpin daerah. Karena memang tentunya banyak yang harus dikerjakan. Jangan sampai fokusnya jadi terpisah, yang rugi tetap masyarakat itu sendiri,” ujar dia.

Meski pasangan lawan didukung kepala daerah, Romli menegaskan pihaknya tetap optimis dapat meraih suara terbanyak bagi pasangan nomor urut 02, Prabowo Subianto – Sandiaga Uno. “Kalau ditanya siap tidak melawan nomor urut 01, tentu kami siap. Kami siap mendorong, meraih suara terbanyak untuk Prabowo-Sandi,” ujarnya.***

Halaman:

Editor: Tommi Andryandy


Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X