Perairan Cirebon Menyimpan Harta Karun dari Kapal Tenggelam Jauh Sebelum Penjajahan Eropa

- 28 Agustus 2018, 11:06 WIB

CIREBON, (PR).- Harta karun berupa kapal-kapal dagang masa lampau yang membawa muatan berharga tenggelam di perairan Cirebon. Bukan hanya masa VOC, jauh sebelum penjajahan Eropa, banyak kapal karam di sana.

Jauh sebelum bangsa Eropa masuk ke Nusantara, termasuk Belanda yang akhirnya menjajah Indonesia, jalur perdagangan dunia melalui laut sudah tersambung sampai ke sejumlah pelabuhan di Nusantara. Termasuk Muara Jati di Cirebon masa lalu.

Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat mengungkapkan, Cirebon melalui Pelabuhan Muara Jati yang saat ini masuk Desa Mertasinga Kecamatan Gunungjati Kabupaten Cirebon, sudah menjalin perdagangan dunia. Jalur perdagangan sutra yang dilalui dari Tiongkok, Persia, India, dan lainnya.

“Sejak abad 14 Cirebon sudah menjadi masuk jalur perdagangan sutra dari Tiongkok, Persia, India dan lainnya. Kapal-kapal dagang berisi muatan berharga ikut diperdagangkan di Pelabuhan Muara Jati. Laksamana Cheng Ho dengan 300 armadanya pernah merapat juga di Pelabuhan Muara Jati," katanya Selasa 28 Agustus 2018.

Kawasan Indonesia dari dulu memang sudah masuk kawasan perdagangan dunia, terutama melalui jalur laut. Kata Arief, ribuan armada perdagangan dari seluruh dunia, dari dulu sudah melintas di perairan barat Indonesia.

loading...

Arief mengakui masuknya Cirebon dalam peta perdagangan dunia memang lebih terlambat ketimbang wilayah lain di Nusantara.

“Seperti Kerajaan Sriwijaya yang sudah mendunia sejak abad 7 dengan bukti kekuasaannya yang meliputi Asia Tenggara saat ini,” katanya.

Selama bererapa abad aktivitas perdagangan internasional terjadi di Cirebon. Dipastikan tidak sedikit kapal-kapal dagang yang tenggelam, baik karena over muatan, cuaca maupun kerusakan kapal dan sebab lainnya.

“Perairan Cirebon kaya dengan harta karun berupa kapal-kapal dagang yang karam yang membawa komoditas perdagangan berharga,” katanya.

Halaman:

Editor: Ani Nunung Aryani


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X