Mari Hidupkan Permainan Tradisional Saat Perayaan HUT RI 17 Agustus

- 15 Agustus 2018, 06:45 WIB

TANGGAL 17 Agustus menjadi hari keramat bagi bangsa Indo­nesia. Selain diperingati sebagai hari kemerdekaan, tanggal itu juga kerap dimeriahkan dengan berbagai perlombaan. Acara itu kemudian akrab di telinga kita dengan sebutan ”17 Agustusan”.

Perlombaan yang dimainkan tak hanya dimainkan untuk anak-anak, tapi juga dewasa. Permainan atau lomba yang dimainkan biasa­nya memiliki semangat kebersamaan dan gotong royong, antarwarga. Tahun ini adalah waktu yang tepat untuk kembali meng­hidupkan permainan tradisional.

”Bulan Agustus, melalui peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus menjadi momentum bagus membangkitkan dan memasya­ra­katkan lagi permainan dan olah raga tradisional. Itu karena di bulan Agustus, tepatnya di rangkaian acara peringatannya banyak warga mulai anak hingga dewasa memainkan permainan tradisional,” ujar Zaini Alif, penggerak Komunitas Hong Bandung dan Hong Bolang Subang di Saung Budaya Kampung Bolang, ­Desa Cibuluh, Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang.

Ia mengatakan, rentang waktu peringatan cukup panjang hampir sebulan bahkan lebih, Agustus bisa dijadikan bulan olah raga ­per­mainan tradisional.

loading...

Acuannya jelas, ada Undang-Undang No 5 Tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan dan pelestarian permainan rakyat serta olah raga permainan tradisional ada di dalamnya.

Tahun ini, Komunitas Hong bersama komunitas lain di berbagai daerah di Indonesia sepakat menyosialisasikan BOPT (Bulan Olah­raga Permainan Tradisional) sekaligus menggemakan Agustus sebagai bulan olah raga dan permainan tradisonal. Sementara pelaksanaannya dilakukan di daerah masing-masing.

”BOPT ini sebuah gerakan memasyarakatkan olah raga dan ­per­mainan tradisional di bulan Agustus melalui momen peringatan Kemerdekaan Indonesia yang dilaksanakan setiap tahun. Tema yang diusung adalah: kita bangga bermain dan berolah raga tradisional ­Indonesia,” ujarnya.

Sarat filosofi

Zaini mengatakan, permainan tradisional merupakan salah satu warisan budaya, dimainkan dan berkembang turun temurun di masyarakat.

Halaman:

Editor: Yusuf Adji


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X