Senin, 9 Desember 2019

Perempuan Target Utama Penyebaran Terorisme

- 9 Agustus 2018, 11:24 WIB

CIREBON, (PR).- Perempuan menjadi target utama penyebaran paham radikalisme. Selain karena lebih mudah dipengaruhi, perempuan juga lebih banyak waktu menggunakan sosial media.

Menurut mantan narapidana terorisme yang sudah tobat Kurnia Widodo, saat ini sosmed menjadi sarana penyebaran paham radikalisme yang sangat masif dan berbahaya.

“Kalau dulu masa saya mulai bergabung, butuh waktu tahunan untuk menjadikan seseorang untuk menjadi seseorang memiliki paham radikal. Namun saat ini hanya dalam waktu dua bulan bisa mengubah seseorang menjadi radikal, “ katanya seusai menjadi narasumber dalam kegiatan literasi digital “Saring Sebelum Sharing” di Hotel Luxton, Kamis, 9 Agustus 2018.

Kegiatan digelar Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Barat dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) sebagai upaya melawan radikalisme dan terorisme.

Kegiatan diikuti puluhan peserta dari sejumlah komunitas yang aktif di media sosial dan seputar literasi, maupun mahasiswa jurusan informatika dari sejumlah perguruan tinggi di Cirebon.

Selain perempuan, pemuda juga menjadi target empuk kelompok radikal. Selain memanfaatkan sosmed, isu ketidakadilan hingga isu agama menjadi kata kunci yang efektif mengajak pemuda bergabung.

Kegiatan literasi digital digelar agar pemuda  memahami ajakan-ajakan terorisme yang terselubung dalam peredaran informasi di jagat maya. "Kami sengaja menyasar anak muda karena mereka ini target kelompok radikal," kata Ketua FKPT Jabar, Yaya Sunarya di sela kegiatan.

Menurut dia, pemuda menjadi target empuk mengingat jati dirinya belumlah utuh. Di tengah upayanya mencari jati diri, para pemuda kerap langsung terbawa kala menemukan ajakan yang dianggapnya rasional.

Isu-isu agama pun seringkali dimainkan untuk menjerat mereka. Selain itu, isu-isu ketidakadilan dan penindasan menjadi kata kunci yang dinilai cukup efektif.


Halaman:

Editor: Ani Nunung Aryani

Tags

Komentar

Terkini

X