Selasa, 2 Juni 2020

Filosofi Roti: Industri Roti ala Warga Binaan Lapas Bekasi

- 6 Agustus 2018, 15:20 WIB
KEPALA Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Bekasi (Cikarang), Kadek Anton Budiharta, meninjau proses pembuatan roti di dapur lapas. Roti menjadi salah satu produk unggulan Lapas Cikarang dengan jumlah produksi mencapai 1.700 roti per hari.*

PERNAHKAH menyangka bahwa roti yang anda beli di pasar swalayan atau restoran itu buatan para narapidana Lapas Bekasi? Roti halus dengan isi kacang, coklat maupun keju itu ternyata dibuat dari tangan para mantan kriminal. Meski begitu, anda tidak perlu risau, roti itu dipastikan halal.

Seperti yang dibuat para warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Bekasi atau yang lebih dikenal sebagai Lacika atau Lapas Cikarang. Bertempat di sisi sayap kiri komplek penjara, berdiri dapur khusus pembuatan roti.

Dari dapur yang hanya seluas tidak lebih dari 4x4 meter ini, ribuan roti dan donat diproduksi setiap hari. Berawal dari sekedar pembinaan narapidana, roti dan donat sukses menarik banyak peminat. Nama Lacika pun diambil sebagai merek dagang para warga binaan.

“Awalnya hanya sekedar dibuatkan agar warga binaan di sini memiliki keahlian. Sesuai dengan temanya kan Lapas Cikarang ini disebut lapas industri. Namun ternyata dari inovasi ini, cukup menarik para pembeli dan menjadi yang paling menjanjikan progresnya,” ucap Kepala Lapas Cikarang, Kadek Anton Budiharta, Senin 6 Agustus 2018.

Dikatakan Kadek, produksi roti pertama kali didirikan pada awal Maret 2018. Awalnya dibangun untuk melatih keterampilan warga binaan dengan hanya memproduksi belasan roti setiap hari. Kemudian berkembang karena ternyata disukai para warga binaan di dalam lapas.

“Kemudian dibuatlah lebih banyak. Kami buat 100 roti habis, dibuat 200 roti habis. Dijual Rp 2.500 di koperasi yang ada di dalam lapas. Awalnya ada juga roti dari luar yang masuk, dipasok ke dalam lapas. Tapi lama kelamaan kami setop, karena lebih laku roti yang buatan napi sendiri,” ucapnya.

Setelah laku di dalam lapas, roti Lacika ini kemudian mendapat apresiasi juga dari sejumlah lapas lainnya. Dari hasil kunjungan sejumlah lapas ke Lacika, kata Kadek, mereka memuji hasil roti tersebut hingga akhirnya diminta untuk mengisi koperasi di lapas-lapas lainnya.

Dipasok ke lapas lain dan ritel

Tercatat ada empat lapas yang dipasok roti serta donat dari Lapas Bekasi, yakni Lapas Cikarang, Lapas Bulakapal Bekasi, Lapas Salemba serta Lapas Cipinang. Selain itu, kata Kadek, ada satu pusat perbelanjaan di Jakarta Pusat yang menjadi langganan roti Lacika.

Halaman:

Editor: Tommi Andryandy


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X