Senin, 24 Februari 2020

Kebakaran Hanguskan Puluhan Lapak PKL di Tasikmalaya

- 2 Agustus 2018, 16:22 WIB
KEBAKARAN melanda puluhan lapak pedagang kaki lima Pasar Indihiang, Kota Tasikmalaya, Kamis 2 Agustus 2018. Dugaan sementara, kebakaran terjadi akibat hubungan arus pendek yang bersumber dari salah satu kios sayur.*

TASIKMALAYA, (PR).- Kebakaran melanda puluhan lapak pedagang Pasar Indihiang, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Kamis 2 Agustus 2018.

Belum diketahui pasti penyebab kebakaran pasar yang bersebelahan dengan Terminal Tipe A Indihiang tersebut. Dugaan sementara, kebakaran terjadi akibat hubungan arus pendek di warung kopi di sekitar lapak pedagang. Berdasarkan penuturan warga, api mulai berkobar sekitar pukul 20.30.

Petugas keamanan Pasar Indihiang Erik Herman Taufik mengatakan, sumber api diduga berasal dari deretan tiga kios yang berada tak jauh dari lapak PKL.  Saat kejadian, Herman melihat api sudah berkobar di deretan kios tersebut.

“Saya lihat api sudah besar sekali,  sekitar pukul 8 lebih sehabis pertandingan sepak bola. Sumbernya di antara tiga kios itu. Saya tidak tahu pasti, ada warung kopi dan sayuran,” ujar Erik.

Besarnya api membuat Erik kewalahan melakukan pemadaman dengan alat pemadam api ringan. Tak lama kemudian, enam unit mobil pemadam kebakaran langsung datang untuk memadamkan kobaran api yang meluas ke lapak PKL.

Kepala Bagian Operasional Polresta Tasikmalaya Kompol Gandi Jukardi mengatakan, api berhasil dipadamkan sekira pukul 22.00.  Polresta Tasikmalaya belum dapat memastikan penyebab kebakaran karena masih kesulitan melakukan identifikasi di tempat kejadian perkara.

“Antisipasi langsung dilakukan, kami belum ada angka pasti berapa lapak pedagang kaki lima yang terbakar, Yang jelas, ini bukan ruko. Hanya bagian depan yang terbakar, pasar induknya tidak terbakar,” kata Gandi.

Untuk saat ini, Polresta Tasikmalaya hanya memasang garis polisi untuk melakukan pendalaman terkait penyebab kebakaran tersebut.

“untuk penyebabnya, masih dilakukan pendalaman. Identifikasi belum bisa kami lakukan karena masih panas.  Kalau kami kesulitan mencari peyebab, kemungkinan nanti kami turunkan puslabfor,” kata Gandi.

Halaman:

Editor: Windiyati Retno Sumardiyani

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X