Purwakarta Miskin Restoran Waralaba, Kearifan Lokal Terjaga

- 1 Agustus 2018, 09:22 WIB

PURWAKARTA, (PR).- Meski sebagai kabupaten dengan tingkat kunjungan wisata tertinggi di Jabar, Purwakarta sedikit berbeda. Hal ini dikarenakan Purwakarta sangat minim restoran waralaba jaringan Internasional.

Bahkan dari sekian banyak brand Internasional yang masuk di Indonesia, Purwakarta hanya memiliki 2 saja restoran waralaba internasional ini. Namun itu di luar restoran yang berada di rest area.

Sejumlah pro dan kontra pun datang dari kalangan warga. Sebagian menganggap perlu namun sebagian mengganggap hal ini sudah benar.

Seperti dikatakan oleh Edwin (23), Warga Kelurahan Tegalmunjul, Kabupaten Purwakarta. Menurut dia, Purwakarta sudah layak dibandingkan dengan wilayah di sekitarnya. Seperti misalnya Karawang dan Bekasi.

"Di Karawang atau Bekasi, mudah sekali mendapatkan fastfood namun di Purwakarta sulit. Bahkan mini market pun jarang sekali yang buka 24 jam. Jam 10 malam saja sudah jarang banget," ucapnya.

Lain halnya dengan Gilang (29) warga Kelurahan Sindangkasih, Kecamatan Purwakarta Kota. Kata dia, sudah benar apa yang dilakukan oleh pemerintah setempat.

"Industri wisata kuliner lokal menjadi berkembang pesat. Bahkan sudah ada ribuan di Purwakarta penjual sate maranggi dan soto sadang. Belum ditambah industri cemilan rumahan seperti kecimpring," ucapnya.

Izin dipersulit

Setelah ditelusuri, ternyata hal ini ada penyebabnya. Hal ini dikarenakan pemerintah setempat memang mempersulit izin usaha restoran-restoran waralaba tersebut.

Berdasarkan data yang diambil dari Dinas Pendapatan Daerah Purwakarta, ternyata hal ini bisa dijelaskan. Izin amat dipersulit dan berbelit, bahkan jika lolos pun harus mendapatkan tanda tangan bupati setempat. Tanda tangan inilah yang amat sulit didapat.

Halaman:

Editor: Mochammad Iqbal Maulud


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

x