Kekeringan, Polresta Tasikmalaya Kerahkan Water Cannon untuk Distribusi Air

- 31 Juli 2018, 10:48 WIB
WARGA Kelurahan Singkup, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya mengantre pembagian air bersih oleh Polresta Tasikmalaya, Selasa 31 Juli 2018. Memasuki musim kemarau sejumlah daerah di Kota Tasikmalaya mulai kekeringan.*
WARGA Kelurahan Singkup, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya mengantre pembagian air bersih oleh Polresta Tasikmalaya, Selasa 31 Juli 2018. Memasuki musim kemarau sejumlah daerah di Kota Tasikmalaya mulai kekeringan.*

TASIKMALAYA, (PR).- Kepolisian Resor Kota Tasikmalaya mulai mendistribusikan bantuan air bersih di sejumlah titik kekeringan di Kota Tasikmalaya, Selasa, 31 Juli 2018. Kali ini,  bantuan 6.000 liter air didistribusikan di Kelurahan Singkup, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya.

Kepala Bagian Operasional Polresta Tasikmalaya Kompol Gandi Jukardi menuturkan,  pembagian air tersebut merupakan program berjenjang hasil dari deteksi daerah yang dinilai kekurangan air bersih.  Gandi memastikan program tersebut akan terus berjalan, karena Polresta Tasikmalaya juga akan melakukan pemetaan di titik lain yang membutuhkan air.

“Kebetulan kami punya fasilitas water cannon. Kita enggak punya tangki khusus untuk menyalurkan air, tetapi water cannon bisa diberdayakan untuk mengatasi kesulitan air,” kata Gandi.

Menurut Gandi, jika warga membutuhkan distribusi air, masyarakat bisa menghubungi Bhabinkamtibmas setempat. Nantinya, Bhabinkamtibmas akan melaporkan ke pimpinan setingkat Polsek untuk diteruskan ke Polresta Tasikmalaya.

“Silakan laporkan kepada kami, kita akan bantu memenuhi kebutuhan air di daerah yang benar-benar membutuhkan,” ujar Gandi.

Satu bulan

Sementara itu, Ketua RW 5, Kelurahan Singkup, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, Cecep Darus mengatakan, kampungnya memang kesulitan air sejak satu bulan terakhir. Menurut Cecep, kampungnya merupakan kampung tadah hujan, sehingga saat hujan tidak turun, kampung tersebut sudah dipastikan kekurangan pasokan air.

“Kebutuhan sehari-hari mungkin masih menggantungkan pada  sumur-sumur yang memiliki kedalaman 20-25 meter. Sisanya kita manfaatkan air Sungai Citanduy dan Cikalang, tetapi jaraknya lumayan agak jauh dari kampung kami,” ucap Cecep.

Menurut Cecep, pendistribusian air bersih tersebut cukup bermanfaat bagi 250 keluarga dan 800 jiwa di Kampung Singkup. Cecep berharap ada bantuan rutin yang diberikan kepada kampungnya selama musim kemarau.

“Setiap kemarau kami selalu krisis air, mudah-mudahan ada solusi untuk warga di sini,” kata Cecep.

Halaman:

Editor: Windiyati Retno Sumardiyani


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network


x