Minggu, 31 Mei 2020

Nyaris Membobol ATM, Pemuda Diamankan Polresta Depok

- 23 Juli 2018, 09:32 WIB
Wakil Polresta Depok Arif Budiman memberikan keterangan terkait kasus pembobolan mesim ATM dalam konferensi pers di Mapolresta Depok, Jalan Margonda Raya, Senin, 23 Juli 2018. Polisi mengamankan tersangka pembobolan ATM di Jalan Pekapuran, Tapos, Kota Depok.*

DEPOK, (PR).- Aparat Kepolisi Sektor Cimanggis Kota Depok mengamankan KF (26), tersangka percobaan pembobolan anjungan tunai mandiri di Jalan Raya Pekapuran, RT 1 RW 2, Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos. Tersangka kedapatan mencoba membobol dengan mengganjal lubang ATM.

Wakil Kepala Polres Kota Depok Arif Budiman mengungkapkan, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 22 Juli 2018, pukul 23.30 WIB. Awalnya, petugas keamanan di lokasi tersebut mencurigai dua orang tak dikenal yang mendatangi gerai ATM dengan berboncengan  mengunakan sebuah sepeda motor. Keduanya masuk ke gerai ATM tanpa mencopot helm.

"(Mereka) menutup kepalanya sehingga tidak kelihatan (wajah)," kata Arif di Mapolresta Depok, Jalan Margonda Raya, Senin, 23 Juli 2018. Petugas keamanan itu pun menghampiri mereka karena curiga. Saat ditegur, salah satu pelaku justru kabur dari gerai ATM menuju kendaraannya. Dia melarikan diri meninggalkan rekannya yang masih berada di dalam.

Kecurigaan sang petugas semakin besar sehingga dirinya masuk ke dalam gerai. Di sana, tersangka berinisial KF melakukan perlawanan sehingga terjadi aksi saling dorong. Akibatnya, pintu gerai ATM roboh.

"Kemudian pelaku melarikan diri namun oleh saudara Nanda (petugas keamanan) pelaku  berhasil ditangkap kembali dengan dibantu oleh warga," ucap Arif. Selanjutnya, tersangka diserahkan ke Polsek Cimanggis guna penyidikan lebih lanjut. 

Polisi pun terus mendalami identitas pelaku lain yang kabur saat kejadian. Arif menduga keduanya tengah berupaya mengganjal lubang ATM namun terlebih dahulu ketahuan.

Sementara itu, Kepala Polsek Cimanggis Suyud mengatakan, polisi sempat kewalahan mengamankan tersangka ketika akan dibawa ke Mapolsek Cimanggis. Pasalnya, sejumlah warga sempat mencoba menghakimi tersangka.

Dalam keterangan, tersangka mengaku baru pertama kali beraksi. Korps Bhayangkara tak serta merta mempercayai pengakuan itu. "Masih terus kita kembangkan lagi," ucapnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana di atas 5 tahun.

Halaman:

Editor: Bambang Arifianto


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X