Ayah Tiri Aniaya Bayi Hingga Tewas

- 29 Juni 2018, 06:37 WIB

TASIKMALAYA, (PR).- Satuan Reserse dan Kriminal Polres Kabupaten  Tasikmalaya mengamankan OS (34), warga Kampung Sampalan Lega, Desa Cintawangi, Kecamatan Karangnunggal , Kabupaten Tasikmalaya, Kamis, 28 Juni 2018 malam. OS diduga telah melakukan tindakan penganiayaan kepada anak tirinya, DF (18 bulan)  hingga tewas.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Kabupaten Tasikmalaya Pribadi Atma mengatakan, berdasarkan keterangan saksi OS  telah menganiaya anak dari istri sirinya, UA (33). Akibat aksi kejinya, DF tewas setelah dibanting ke lantai dan mengalami kejang-kejang,  Kamis, 28 Juni 2018 siang.

“Tadi malam kami berhasil menangkap seseorang, yang diketahui ayah tiri dari korban yang berusia 18 bulan. Pelaku diduga kesal karena korban sering menangis dan rewel. Menurut saksi, dia menganiaya korban dengan menyundut rokok, dan dibanting ke lantai. Korban diketahui meninggal kemarin siang,” ujar Pribadi Atma di Polres Kabupaten Tasikmalaya, Jumat, 29 Juni 2018.

Untuk meyakinkan perbuatan tersangka, Satreskrim Polres Kabupaten Tasikmalaya melakukan visum kepada korban. Hasil visum menguatkan bahwa korban memang diduga dianiaya oleh ayah tirinya.

“Informasi dari keterangan saksi, korban bahkan sempat disolder juga. Dari hasil visum kita dapati, ada luka memar  di pipi, pinggang, pantat. Kepala juga memar sedikit.  Kemungkinan korban meninggal karena sesak nafas, dan saat di bawa ke rumah sakit tidak terselamatkan,” kata Pribadi.

Atas tindakan OS, pelaku terancam  hukuman 15 tahun penjara atas pasal 80 juncto C, Undang-Undang RI nomor 2014  tentang perubahan atas UU RI nomor 22 tentang perlindungan anak.  

“Pelaku sudah kami amankan  di Polres Kabupaten Tasikmalaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” kata Pribadi.

Sementara itu ibu kandung korban, UA (33) mengatakan,  pelaku telah melakukan penyiksaan kepada anaknya sejak 4 bulan lalu. Saat anaknya menangis, OS langsung menyiksa anaknya.

“Saya sering lihat sendiri kelakukan bapaknya,  saya sangat terpukul. Dia harus bertanggung jawab dengan balasan yang setimpal,” kata UA.***

Halaman:

Editor: Windiyati Retno Sumardiyani


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X