Cinere di Masa Lampau, Cornelis Chastelein Hingga Raden Adipati Aria Soeria Di Redja

- 1 Juni 2018, 11:57 WIB

Urusan identitas juga masuk ke dalam dukungan tim sepak bola.‎ "Makanya mohon maaf di sini itu dukung Persija karena bukannya orang Bandung," ucap Hidayat berseloroh.

Terkait sejarah lama Cinere, Hidayat mengungkapkan lahan-lahan wilayahnya dulu dikuasai sejumlah tuan tanah. Cerita itu didapat langsung Hidayat dari orang tuanya yang merupakan warga Betawi Cinere.

Menurut Hidayat, penguasaan lahan oleh tuan-tuan tanah tersebut masih berlangsung hingga 1960-1970-an. Ia  mencontohkan, salah tuan tanah Tionghoa memiliki lahan di Pekayon yang merupakan kawasa ujung Cinere.

Akan tetapi, Hidayat sudah lupa identitas pemilik lahan tersebut. Hanya, dia masih ingat aturan bagi warga lokal yang menggarap lahan sang tuan tanah. "Setiap panen (warga) nyetor sekitar berapa persen ke mereka (tuan tanah)," ucapnya. 

VOC

Sejarah Cinere ternyata terkait erat dengan penguasaan lahan oleh pejabat VOC dan elit lokal di masa silam. ‎Dari penelusuran "PR", nama Cinere sudah dikenal sejak ratusan tahun lalu.

loading...

Dalam Bataviaasch Nieuwsblad, koran lama yang terbit 24 Juni 1915, ‎ pemilik lahan Cinere disebutkan bernama St Martin. "Ia memilik tanah Kanjere atau Tjinere yang diberikan kepadanya sebagai salah satu pengakuan atas jasanya dalam perang dengan Banten," tulis koran tersebut yang diakses melalui lama www.delpher.nl.

Bataviaasch juga menyebut St Martin pemilik tanah Citayam dan Kemayoran. Siapa St Martin? perwira militer VOC ini ternyata bernama lengkap Isaac de Saint Martin.

Hendi Jo, jurnalis sejarah mengungkapkan Martin merupakan perwira sekaligus anggota Dewan Hindia yang dikenal menumpas Kapiten Jonker karena  menyerang Batavia pada 1689. Kapiten asli Maluku yang menjadi abdi militer VOC itu konon menjadi korban intrik Martin dan kelompok serdadu militer VOC. Mereka iri dengan karir prajurit pribumi tersebut yang melesat dan menjadi kesayangan Gubernur Jenderal VOC Cornelis Janszoon Speelman di masa itu. 

Hendi mengonfirmasi sosok St Martin yang dikutip Bataviaasch Nieuwsblad sama dengan perwira VOC yang menumpas Jonker. "Jadi kalau di VOC itu jasa yang mendapatkan tanah itu yaitu tadi, dia bisa memadamkan pemberontakan di suatu tempat," ucap Hendi saat ditemui di kediamannya, Cimanggis, Depok pekan lalu.

Halaman:

Editor: Bambang Arifianto


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X