Senin, 24 Februari 2020

Teroris Kuasai Rutan Mako Brimob, Banyak Tahanan Terancam

- 10 Mei 2018, 02:16 WIB
PERSONEL Brimob melintas di ruas Jalan Komjen Pol M Jasin di depan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Rabu 9 Mei 2018 siang.*

DEPOK, (PR).- Sejumlah tahanan atau narapidana  yang bukan masuk kelompok narapidana teroris Rutan Mako Brimob berpotensi menjadi sandera baru. Apalagi kondisi seluruh Rutan telah dikuasai kelompok penyandera. 

"Masih banyak di dalam yang harus diselamatkan, kita harus memperhatikan kemanusiaan, itu banyak tahanan yang bukan kelompok mereka," kata  Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto di Gedung Korps Sabhara Baharkam Polri Direktorat Polisi Satwa, Jalan Komjen Pol M Jasin, Kota Depok, Kamis  10 Mei 2018, dini hari. ‎ Untuk itu, polisi menghitung dengan cermat terkait upaya penindakan tegas mengakhiri penyanderaan oleh para napi teroris.

Para tahanan lain, lanjut Setyo, juga dijadikan pagar hidup oleh para penyandera. Tak pelak, polisi memastikan tetap menempuh jalur negosiasi terlebih dahulu. "Pertimbangan satu adalah jangan saampai timbul korban lebih banyak," tuturnya. Dengan pertimbangan kemanusian, para penyandera dan tahanan lain masih mendapat pasokan makanan. Terkait sejumlah terduga teroris yang ditangkap di Bogor beberapa waktu lalu, Setyo memperkirakan mereka telah menjad satu dengan kelompok penyandera. Setyo tetap menyatakan tak ada batas waktu dalam proses negosiasi tersebut.

Polisi yang gugur terluka parah

Mayoritas anggota polisi yang meninggal dalam kerusuhan Rumah Tahanan Mako Brimob Kelapa Dua, Kota Depok mengalami luka akibat senjata tajam di bagian leher. Selain itu, seluruh luka memenuhi badan mereka. 

"Dari lima rekan-rekan yang gugur mayoritas (mengalami) luka akibat senjata tajam di di leher dan luka itu sangat dalam, ada juga satu orang luka di kepala akibat tembakan, juga ada luka di dada kanan," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Muhammad Iqbal dalam konferensi pers di Gedung Korps Sabhara Baharkam Polri Direktorat Polisi Satwa, Jalan Komjen Pol M Jasin, Kota Depok, Rabu 9 Mei 2018 malam. 

Sekujur tubuh anggota Polri tersebut pun dipenuhi luka mulai paha, lengan, jari. ‎"Silakan rekan-rekan media menyimpulkan, apakah ini perbuatan manusiawi atau tidak," ujarnya. Meski demikian, Polri tetap mengedepankan proses negosiasi dalam menghadapi aksi penyanderaan yang dilakukan narapidana teroris di Rutan tersebut. Rencananya, tim kedokteran forensik akan menyampaikan hasil otopsi jasad petugas yang tewas akibat penyanderaan itu.

Terkait kepemilikan senjata tajam yang dimiliki para napi di dalam penjara, Setyo Wasisto menyatakan akan melakukan evaluasi Rutan Mako Brimob Kelapa Dua. Kepolisi Republik Indonesia telah merilis nama-nama anggota kepolisian yang gugur dalam kerusuhan di Rumah Tahanan Mako Brimob Kelapa Dua, Kota Depok. Empat orang adalah anggota Satuan Detasemen Khusus 88 Antiteror dan satu lagi anggota Polda Metro Jaya. 

Halaman:

Editor: Bambang Arifianto

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X