Rifdah Farnidah Harumkan Sumedang ke Dunia Lewat Alquran

- 3 April 2018, 13:32 WIB
RIFDAH Farnidah warga Kp/Desa Sukamantri, Kec. Tanjungkerta (kedua kanan) juara kedua Musabaqah Hifzhil Quran (MHQ) tingkat internasional di Amman, Yordania, beberapa waktu lalu, tengah berfoto bersama dengan uwaknya yang juga Ketua Nahdatul Ulama (NU) Kabupaten Sumedang KH Sa'dulloh (kanan) di rumah KH Sa'dulloh di Desa Sukamantri, Kec. Tanjungkerta, belum lama ini.*

SUMEDANG, (PR).- Setelah berhasil menjadi juara kedua Musabaqah Hifzhil Quran (MHQ) tingkat internasional beberapa waktu lalu, nama pemudi Sumedang  Rifdah Farnidah (22) semakin terkenal. Prestasi gemilang Rifdah telah mengharumkan nama Indonesia pada lomba yang dilaksanakan di Amman, Yordania.

Ia pun menjadi buah bibir di masyarakat, di berbagai media cetak dan  elektronik termasuk media sosial (medsos).

MHQ dilaksanakan 6 hari, 19-24 Maret 2018, dan diikuti 30 negara. Hasilnya, Rifdah yang mewakili Indonesia menjadi juara kedua. Sementra juara kesatu dan ketiga masing-masing diraih oleh peserta dari Negara Aljazair dan Iran.

Dengan keberhasilan tersebut, koleksi kejuaraan yang diraih Rifdah bertambah. Tiga kali sebagai juara 1 di MHQ tingkat nasional dan satu kali sebagai juara kedua MHQ tingkat internasional. 

Sebelumnya, anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Kadris (49) dan Ny. Ai Faridah, sudah menjadi juara 1 MTQ tingkat nasional JQHNU golongan 5 juz di Kalimantan Barat tahun 2012 lalu. Selain itu,  juara 1 MTQ tingkat nasional golongan 10 juz di Nusa Tenggara Barat tahun 2016 dan juara 1 MTQ tingkat nasional golongan 30 juz di Kalimantan Barat tahun 2017.

Ketua Nahdhatul Ulama (NU) Kabupaten Sumedang KH Sa'dulloh yang juga uak dari Rifdah mengatakan,   pemudi Sumedang ini  mulai belajar mengaji sejak kecil sewaktu belum masuk sekolah dasar. Rifdah Farnidah tinggal dan dibesarkan di lingkungan Ponpes Al-Hikamussalafiyyah, bersama saudara-saudara lainnya.

Rifdah adalah cucu dari salah seorang ulama besar di Sumedang yakni KH. Muhamad Aliyuddin, sesepuh Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah di Desa Sukamantri Kecamatan Tanjungkerta.

"Keponakan saya yang perempuan itu ada tiga orang. Mereka semua ngaji bareng dari kecil sebelum sekolah. Ketika mulai masuk SD, mereka semua kami  didik menghapal Qur'an.  Rifdah  tergolong anak yang cepat dalam menghapal. Tak heran, di usia 15 tahun, dia sudah  hapal 30 juz," tuturnya ketika dihubungi melalui telefon, Selasa 3 April 2018.

Halaman:

Editor: Adang Jukardi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X