Ibu Penganiaya Bayi Kandung Akan Direhabilitasi Mental

- 26 Maret 2018, 11:41 WIB

KARAWANG, (PR).- Kepala Kepolisian Resor Karawang, Hendy F. Kurniawan berencana menyelesaikan kasus yang menimpa bayi Khalista (1,5) diselesaikan di luar pengadilan. Di sisi lain Kapolres berharap kasus tersebut menjadi pembelajaran bagi masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.

"Kasus ini menjadi pembelajaran bagi masyarakat. Jangan sampai sudah terjadi, baru komentar yang memojokkan," katanya, Senin, 26 Maret 2018.

Hendy menjelaskan, saat ini pihaknya tengah membangun dialog dengan pihak Kejaksaan Negeri Karawang, Pemkab Karawang, petinggi Polri, Komnas Perlindungan Anak, dan guru besar ilmu hukum. Dialog dilakukan untuk mendorong kasus Shinta diselesaikan di luar pengadilan.

Hal ini karena melihat latar belakang dan kejiwaan Sinta yang terlihat sangat terpukul atas kematian anaknya.

"Tersangka memiliki cerita kelam terkait pernikahan dan kelahiran Khalista. Jika Shinta dihukum, beban hidupnya pasti semakin bertambah berat," ujar Hendy.

loading...

Disebutkan, pertimbangan itu diambil setelah  dirinya menelisik lebih dalam kasus tersebut. "Saya sudah melakukan pendalaman latar belakang dan motif Shinta berbuat semacam itu. Ternyata banyak hal di luar prediksi. Ada latar belakang kejadian menyakitkan saat pernikahan, kelahiran Khalista, dan ekonomi," ungkap Hendy. 

Menurut dia, banyak faktor yang membuat Shinta tertekan dan melakukan penganiayaan kepada bayinya. Hal tersebut menjadi pertimbangan agar Shinta direhabilitasi kondisi jiwanya.

Hendy menyebutkan Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana juga sudah merespon positif usulan tersebut. Terlebih lagi masalah ekonomi Shinta juga tak kalah penting untuk diselesaikan.

"Selain Khalista, Shinta juga punya anak berusia delapan tahun. Bagaimana kalau ibunya dipenjara, sementara ayahnya tidak ada," katanya.

Halaman:

Editor: Dodo Rihanto


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X