Bayi yang Diduga Dianiaya Ibunya Akhirnya Tutup Usia

- 25 Maret 2018, 09:41 WIB

KARAWANG, (PR).- Setelah terbaring koma 15 hari di Rumah Sakit Umum Daerah Karawang, Khalista (1,5), bayi malang yang diduga dianiaya ibu kandungya sendiri, akhirnya wafat, Minggu 25 Maret 2018.

Jenazah Khalista kemudian dimakamkan di kampung halaman kakek dari ibunya di Dusun Jatirasabarat, Kelurahan Karang Pawitan Rt 04 / 01, Kecamatan Karawang Barat.

"Saya mendapat kabar, Khalista tutup usia pukul 10.00 WIB. Mungkin itu jalan terbaik yang digariskan Allah bagi bayi malang tersebut, " ujar Kepala Kepolisian Resor Karawang, Hendy F. Kurniawan, saat dihubungi, Minggu 25 Maret 2018.

Disebutkan, Khalista, mengalami penganiayaan terus menerus dari ibu kandungnya selama dua bulan terakhir. Puncaknya, kepala Khalista dibenturkan ke dinding hingga memantul menabrak rak piring.

Padahal saat itu, Khalista hanya merengek meminta dibelikan es krim. Khalista langsung jatuh koma dan dilarikan ke RSUD oleh pacar ibunya, Dir.

loading...

Awalnya ibu kandung Khalista, Shinta (27), beralibi bahwa pacarnya yang telah menganiaya anaknya itu. Namun setelah polisi melakukan penyelidikan dan penyidikan diketahui Khalista koma akibat dianiaya ibu kandungnya sendiri.

"Shinta sudah kami tetapkan sebagai tersangka. Kemungkinan ada keterlibatan orang,  kami masih terus melakukan pendalaman kasus ini, " kata Hendy.

Perhatian masyarakat

Sementara itu Humas RSUD Karawang, Rokhimin mengatakan, berdasarkan keterangan tim dokter RSUD, Khalista mengalami encephalitis atau peradangan otak hingga infeksi. Belakangan diketahui peradangan otak tersebut akibat benturan keras pada bagian kepalanya.

"Kondisinya terus menurun, akhirnya denyut jantungnya berhenti berdetak. Napas Khalista pun tergolong rendah yaitu 30 kali per menitnya,” ujar Rokhimin.

Halaman:

Editor: Dodo Rihanto


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X