Ibu Kandung Aniaya Bayinya hingga Koma

- 23 Maret 2018, 08:13 WIB
Khalista saat dijenguk Ketua Komnas Perlindungan Anak Jawa Barat, Diah Momon, di RSUD Karawang.*

KARAWANG, (PR).- Penyidik Kepolisian Sektor Kota (Polsekta) Karawang dan Unit Perlidungan Perempuan Anak Satreskrim Polres Karawang akhirnya menetapkan Shinta (27), sebagai tersangka kasus penganiayaan bayi hingga koma. Shinta merupakan ibu kandung dari korban, Khalista (15 bulan).

Penetapan tersangka dilakukan setelah polisi meminta keterangan sejumlah saksi dan menerima hasil visum dokter. "Kami bekerja keras untuk mengungkap kasus ini," ujar Kepala Kepolisian Resor Karawang, Hendy F. Kurniawan, Jumat 23 Maret 2018.

Menurutnya, bayi Khalista sudah terbaring koma selama13 hari di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang akibat mengalami benturan di kepala. Benturan tersebut membuat pendarahan pada ke dua matanya.

"Dari visum itu disimpulkan telah terjadi kekerasan fisik secara berkelanjutan terhadap Khalista,” kata Hendy.

Selain itu, lanjutnya, dokter forensik RSUD Karawang menyebutkan, Khalista mengalami infeksi pada bagian mata, dan itu bukan infeksi biasa, tetapi akibat benturan pada bagian kepalanya. Berdasarkan keterangan saksi, tersangka melakukan penganiayaan dengan cubitan, pukulan. Bahkan membenturkan kepala anaknya ke tembok dan jatuh mengenai rak piring. "Inilah yang mengakibatkan Calista hingga saat ini koma di RSUD Karawang, " kata Hendy.

loading...

Disebutkan, saat diperiksa penyidik, tersangka mengakui perbuatannya sesuai dengan keterangan saksi-saksi yang lain. "Atas dasar itu, kami tetapkan S (27) yang merupakan ibu kandung Khalista menjadi tersangka penganiayaan,” ujarnya.

Menurut Hendy, tersangka melakukan penganiayaan itu karena tersangka tertekan dengan kondisi perekonomian keluarganya. Tersangka kesal dan selalu melampiaskan kekesalannya kepada anaknya yang masih bayi.

Atas perbuatannya, kata Hendy, penyidik menjerat tersangka dengan Pasal 80, Undang-undang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. "Kami belum menemukan bukti keterlibatan pacar tersangka, baik keterangan saksi ataupun petunjuk yang mendukung keterangan tersebut, sehingga belum berani menetapkan pacarnya sebagai tersangka,” jelas Hendy.

Bayi masih butuh perhatian ibunya

Sementara itu, Ketua Komnas PA Jawa Barat, Diah Momon mengatakan, melihat psikologis Khalista, bayi itu masih memerlukan bimbingan ibunya. "Saat saya melihat Khalista bersama jajaran Kepolisian dan Komnas PA pusat, hanya mukjizat Allah yang bisa menyelamatkannya, " kata Diah, saat dihubungi melalui telefon, Jumat 23 Maret 2018.

Halaman:

Editor: Dodo Rihanto


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X