Reaktifasi Jalur Kereta Pangandaran Potensi Wisata Spektakuler

- 21 Maret 2018, 15:22 WIB
Jalur kereta api non aktif Banjar-Pangandaran-Cijulang.*
Jalur kereta api non aktif Banjar-Pangandaran-Cijulang.*

PANGANDARAN, (PR).- Reaktifasi jalur kereta api Pangandaran dapat menjadi destinasi wisata spektakuler. Jalur kereta api yang menghubungkan stasiun Banjar-Pangandaran hingga Cijulang tersebut memiliki panjang jalur sekitar 82,2 kilometer, dengan menyuguhkan panorama eksotis.

Mulai dari pegunungan hingga indahnya bentangan samudera hindia.

Namun untuk mengaktifkan kembali jalur kereta tersebut butuh dukungan dari pemerintah pusat. Dalam hal ini Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah dan PT Kereta Api Indonesia selaku operator. 

"Karena kedepannya kebutuhan transportasi masyarakat tidak hanya jalan raya saja. Kereta api juga sangat diperlukan untuk mengurai kemacetan dan efisiensi waktu bagi penggunanya. Rencana reaktifasi kereta api pada tahun 2030 harus bisa direalisasikan," ujar Kepala Humas PT KAI Pusat Agus Komarudin pada acara napak tilas Jalur KA Banjar-Pangandaran-Cijulang, hari kedua, Rabu, 21 Maret 2018.

Agus menuturkan, pengaktifan kembali jalur merupakan ranah Kementerian Perhubungan RI dengan stake holder Direktur Jendral Perkeretaapian dan Pemerintah Daerah. Sedangkan PT.KAI hanya sebagai operator saja.

Adapun kondisi aset PT KAI di jalur Banjar-Cijulang, Agus menjelaskan, setelah melakukan pemetaan, banyak aset terutama jalur yang dijadikan hunian warga. Meski beberapa belum ditandai, ucap Agus kalau melihat potensi dan informasi kewilayahan khususnya kabupaten kota yang terlintasi jalur kereta cukup bagus.

"Ini harus menjadi pertimbangan pemerintah pusat, karena melihat tingkat pertumbuhan perekonomian terutama pariwisata di wilayah Pangandaran yang kian tahun meningkat, apalagi jalur kereta api Banjar-Cijulang memiliki pemandangan pantai dan alam yang sangat keren dan eksotis," ujarnya. 

Diapun mengimbau masyarakat yang menempati jalur supaya tidak membangun hunian permanen dan mengikuti ketentuan yang sudah dibuat oleh PT KAI.

Halaman:

Editor: Agus Kusnadi


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network