Sabtu, 6 Juni 2020

Harga Koran Kini Mahal tetapi Bukan untuk Dibaca

- 15 Maret 2018, 09:33 WIB

KORAN bekas di bandar rongsok­an di Majalengka kini menjadi ba­rang bernilai tinggi. Hampir enam bulan terakhir sulit diperoleh, sedangkan kebutuhan akan koran bekas sangat tinggi.

Koran bekas ini bukan untuk dibaca atau menjadi dokumen, melainkan untuk dipergunakan sebagai alas penyimpanan mangga di bagian dalam peti atau dalam boks mangga serta sebagai alas peti jambu merah dan jambu kristal yang akan diki­rim ke sejumlah wilayah dari ­Majalengka.

Menurut Pete, seorang bandar rongsok­an di Kelurahan Cicenang, Kecamatan ­Ci­gasong, Kabupaten Majalengka, harga koran bekas kini mencapai Rp 4.000 hingga Rp 4.500 per kg, naik Rp 2.000 lebih untuk setiap kilogramnya sejak musim mang­ga yang terakhir atau di ­bulan September 2017.

”Sekarang pencari rongsokan keliling tak pernah memperoleh koran bekas, pa­dahal koran bekas kebutuhannya sangat tinggi dan harganya lumayan mahal. Yang datang menjual langsung ke kios juga ti­dak ada,” ungkap Pete, Rabu 14 Maret 2018.

Menurut dia, saat musim mangga, ba­nyak bandar mangga yang datang mencari koran bekas dengan menawarkan harga tinggi, tetapi karena sulitnya memperoleh barang, akhirnya mereka ­kembali.

”Sekarang di pasar saja harga koran ­be­kas ini sudah sangat mahal, seikat bisa mencapai Rp 2.000, paling beratnya ­ha­nya 1-2 ons,” katanya.

Kertas semen

Selain koran, harga barang rongsokan lainnya juga ikut mengalami kenaikan

Jaya dan Ade, bandar mangga di ­Desa Pasirmuncang, Kecamatan Panying­kir­an, Majalengka, membenarkan sulitnya men­cari koran bekas yang biasanya di­man­fa­atkan untuk alas penyimpanan mangga dalam kardus, peti atau keranjang.

Halaman:

Editor: Tati Purnawati


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X