Ulama di Pangandaran Minta Perlindungan Soal Isu Penyerangan Oleh Orang Gila

- 2 Maret 2018, 15:37 WIB
Para ulama saat menyampaikan rasa kekhawatiran kepada Pemerintah Daerah dan aparat keamanan tentang adanya isu penyerangan yang dilakukan oleh orang gila terhadap tokoh agama diaula Setda Pangandaran di Parigi, Jumat, 2 Maret 2018.

PARIGI, (PR).- Isu yang sedang hangat-hangatnya tentang kabar adanya penyerangan atau penganiayaan terhadap tokoh agama atau ulama oleh orang gila. Maka para ulama yang ada di Kabupaten Pangandaran meminta perlindungan kepada pemerintah dan aparat keamanan agar terhindar dari penyerangan atau penganiayaan yang mulai hangat diberitakan di kabupaten/kota lainnya di Jawa Barat.

Ketua MUI Kab Pangandaran, Kh Otong Aminudin mengatakan, bahwa banyak informasi dari rekan MUI Se-Jawa Barat bahwa dirinya diisukan merupakan target khususnya penganiayaan terhadap alim ulama. 

"Namun tidak saya hiraukan isu penganiayaan  tersebut dan beraktifitas seperti biasa," ucapnya, saat menghadiri rapat koordinasi yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kab Pangandaran Mahmud serta unsur Muspika seKab Pangandarandan Dinas Sosial PMD serta Dinas Kesehatan Kab Pangandaran di aula Setda Pangandaran di Parigi, Jumat 2 Maret 2018.

Dari kejadian penganiayaan sebelumnya, menurut Otong, banyak yang mencari dirinya dengan mencari tahu identitas termasuk keluarganya. Bahkan, kata dia, direncanakan pada 11 Maret 2018 mendatang, MUI Se-Priangan Timur akan mengadakan pertemuan di Kab Pangandaran. Pertemuan tersebut, kata Otong akan membahas penaganan orang gangguan jiwa atau orang gila yang menyerang para ulama. 

Pasalnya kata Otong, Kab Pangandaran merupakan barometer untuk pembuangan orang gangguan jiwa atau orang gila dari daerah lain. 

loading...

Kewaspadaan

Sekda Kab Pangandaran Mahmud mengatakan, bahwa rapat koordinasi ini dikarenakan adanya kekhawatiran dari para ulama atau pemuka agama terkait orang-orang yang mengalami gangguan jiwa. 

Maka untuk mengantisipasi penyerangan atau penganiayaan tersebut, kata Mahmud, harus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan dan antisipasi banyaknya isu tersebut berkaitan dengan tahun 2018, dimana tahun tersebut merupakan tahun politik. 

Sementara Kapolsek Pangandaran Kompol Suyadhi menyampaikan, bahwa orang gangguan jiwa di wilayah Kab Pangandaran per kecamatan sekitar 20-30 orang. 

Berkaitan dengan isu penyerangan atau penganiayaan terhadap ulama yang beredar saat ini, kata Suyadhi, untuk penanganan orang gangguan jiwa, TNI dan Polri hanya sebatas pengamanan orang tersebut. "Karena yang memiliki kewenangan untuk penanganan orang gila adalah Dinas Kesehatan, Dinas Sosial dan Satpol PP," ujarnya.

Halaman:

Editor: Agus Kusnadi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X