Sultan Cirebon Keturunan Langsung Sunan Gunung Jati, Begini Silsilahnya

- 28 Februari 2018, 05:46 WIB

CIREBON memiliki empat keraton, yaitu Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, Keraton Kacirebonan, dan Keraton Kaprabonan. Di antara semuanya, Keraton Kasepuhan merupakan yang tertua dan terluas.

Keraton Kasepuhan kini dipimpin oleh Sultan Sepuh XIV bernama Pangeran Radja Adipati Arief Natadiningrat. Beliau merupakan keturunan dari salah satu Wali Songo, yaitu Syekh Syarif Hidayatullah atau lebih dikenal dengan nama Sunan Gunung Jati.

Dikutip dari Baluarti Kraton Kasepuhan Cirebon karya E. Nurmas Argadikusuma, Sunan Gunung Jati memiliki peran penting dalam proses penyebaran Agama Islam di Pulau Jawa dan Cirebon adalah sebagai pusatnya. Sunan Gunung Jati menikah dengan sepupunya, Ratu Ayu Pakungwati, yang merupakan anak dari Pangeran Cakrabuwana. Pangeran Cakrabuwana adalah putra mahkota dari Kerajaan Pajajaran. Sejak menikah, Sunan Gunung Jati dinobatkan sebagai pemimpin Kota Cirebon.

Ratu Ayu Pakungwati dibuatkan sebuah keraton oleh ayahandanya yang disebut Keraton Pakungwati atau Dalem Agung Pakungwati pada tahun 1430. Ini adalah cikal bakal dari berdirinya keempat keraton yang ada di Cirebon, termasuk Keraton Kasepuhan. Hingga akhirnya pada tahun 1568 Sunan Gunung Jati wafat dan takhtanya digantikan oleh cicitnya, Pangeran Emas Zainul Arifin, sampai tahun 1649. Selanjutnya keraton dipimpin oleh Pangeran Girilaya rentang tahun 1649-1662.

Sepeninggal Pangeran Girilaya, Keraton Pakungwati terbagi menjadi tiga bagian karena pembagian untuk ketiga putranya. Putra Pangeran Girilaya adalah Pangeran Raja Syamsuddin Martawijaya yang akhirnya bertugas memerintah Kesultanan Kasepuhan, Pangeran Raja Muhammad Badrudin Kartawijaya yang bertugas memerintah Kesultanan Kanoman, dan Pangeran Raja Wangsakerta yang bertugas dalam perguruan putra-putri keraton. Pangeran Raja Wangsakerta tetap tinggal di Keraton Kasepuhan sembari membantu Pangeran Raja Martawijaya.

Tahun 1679, Keraton Kanoman mulai berdiri dan dipimpin oleh Sultan Anom I bernama Sultan Badrudin. Sejak saat itu, Keraton Pakungwati ikut berubah nama menjadi Keraton Kasepuhan yang dipimpin oleh Sultan Sepuh I yang bernama Pangeran Raja Syamsuddin Martawijaya.

Pangeran Arif

Pemimpin Keraton Kasepuhan sekarang, Pangeran Arif Natadiningrat, dinobatkan sebagai Sultan Sepuh XIV pada 9 Juni 2010. Beliau menggantikan Sultan Sepuh XIII yang merupakan ayahandanya tepat 40 hari setelah wafatnya. Seperti dikutip dari laman resmi Keraton Kasepuhan, penobatan ini dilakukan dalam rangkaian acara "Jumenengan" di Keraton Kasepuhan Cirebon.

Dalam acara Jumenengan ini terdapat ritual penyematan keris Sunan Gunung Jati oleh Pangeran Radja Adipati Arief Natadiningrat sendiri. Selain itu, ada pula acara melepas 14 ekor burung merpati putih, menanam pohon langka "Dewan Daru" sebanyak 14 batang dan menyunat 14 anak yatim piatu.

Halaman:

Editor: Administrator


Tags

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X