Rabu, 1 April 2020

Guru Mengaji di Tasikmalaya Diserang Pria Berpenutup Muka

- 26 Februari 2018, 08:06 WIB

TASIKMALAYA,(PR).- Guru mengaji Mastur Turmudi (60) di Kampung Awiluar, Kelurahan Singkup, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya dianiaya dua orang berpenutup muka berwarna hitam, Minggu, 25 Februari 2018 malam. Mastur dianiaya saat melakukan perjalanan dari rumahnya menuju rumah tetangganya, Dedi Mulyadi untuk memimpin tahlil.

Mastur Turmudi mengungkapkan, kejadian berlangsung sekitar pukul 20.00.  Saat bertolak menuju rumah tetangganya,  Mastur diberhentikan dua orang tidak dikenal berpenutup hitam.

Salah satu orang tersebut meminta Mastur untuk berhenti karena ada yang ingin dirundingkan. Namun, Mastur menolak,  lantaran ia sudah ditunggu untuk memimpin tahlil.

“Saya bilang kepada mereka, kalau memang ada keperluan nanti saja setelah tahlil,” kata Mastur kepada "PR", Senin, 26 Februari 2018.

Mendengar Mastur menolak permintaan mereka, kain sorban Mastur kemudian langsung ditarik oleh pelaku hingga sesak napas  dan tidak dapat berteriak. Pada saat itu, Mastur sempat memberontak dan melawan  orang yang menganiayanya. 

loading...

Namun, karena dua lawan satu, Mastur kesulitan melakukan perlawanan dan memilih berlari menuju lokasi tahlil. Dengan luka lebam di bagian pipi sebelah kanan,  Mastur seusai tahlil menceritakan kejadian yang baru dialaminya.

Tokoh masyarakat Kampung Awiluar, sekaligus saudara Mastur, Dedi Jalal menyatakan, saudaranya langsung di bawa ke RS Dr Soekardjo Kota Tasikmalaya untuk menjalani pemeriksaan. Menurut Dedi, warga setempat cukup geger akan merebaknya teror penganiayaan tokoh agama. Dedi pun berharap  Pemerintah Kota Tasikmalaya, Kepolisian Resor Kota Tasikmalaya dan juga masyarakat bisa memperketat pengawasan agar tidak ada lagi korban penganiayaan oleh orang asing.

“Kami juga belum tahu itu motif-nya apa, soalnya orangnya juga pakai penutup muka. Kami tidak sempat mengejar,” ucap Dedi.

Lebih lanjut, Dedi pun berharap  Pemkot  Tasikmalaya  dan Polresta Tasikmalaya bisa mengeluarkan intruksi untuk mengawal rumah-rumah tokoh agama dan masjid. Hal itu dilakukan supaya teror-teror terhadap tokoh agama bisa diminimalisasi di Kota Tasikmalaya.

Halaman:

Editor: Windiyati Retno Sumardiyani

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X