Banjir Rendam Empat Dusun di Tasikmalaya

- 23 Februari 2018, 03:55 WIB
WARGA berdiri di depan rumahnya yang terendam banjir di Kampung Bojongsoban, Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat, 23 Februari 2018. Banjir dengan ketinggian 50 hingga 100 sentimeter menggenangi empat dusun di Desa Tanjungsari.*
WARGA berdiri di depan rumahnya yang terendam banjir di Kampung Bojongsoban, Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat, 23 Februari 2018. Banjir dengan ketinggian 50 hingga 100 sentimeter menggenangi empat dusun di Desa Tanjungsari.*

SINGAPARNA, (PR).- Banjir menggenangi empat dusun di Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat, 23 Februari 2018. Ratusan rumah di empat dusun yakni Dusun Hegarsari, Desa Bojongsoban, Mekarsari, dan Cisalung  dan 150 hektare sawah terendam banjir akibat luapan Sungai Cikidang dan Citanduy.  

Kepala Desa Tanjungsari Amas menyatakan,  banjir mulai menggenangi permukiman warga sejak pukul 04.00 dini hari. Ketinggian air bervariasi mula dari 30 sentimeter hingga 50 sentimeter. Hingga pukul 10.00, banjir masih menggenangi jalan di Desa Tanjungsari sehingga akses menuju empat dusun tersebut masih lumpuh. 

"Yang paling parah ada di dua dusun, Bojongsoban dan Hegarsari. Hampir 50 keluarga rumahnya terendam di sana," ucap Amas kepada "PR". 

Bertahan di rumah

Menurut Amas, mayoritas warga memilih untuk bertahan di rumah masing-masing ketimbang mengungsi. Pasalnya, banjir hampir setiap tahun melanda Desa Tanjungsari. Saat ini, korban banjir masih menunggu bantuan logistik untuk disalurkan ke korban terdampak banjir. 

"Kami sudah koordinasi dengan BPBD terkait bantuan logistik, karena banyak warga yang belum bisa memasak karena rumahnya terendam air. Namun, mereka sebenarnya sudah biasa terkena banjir, jadi tidak terlalu panik. Ini banjirnya terbilang tidak parah jika dibandingkan tahun lalu," ucap Amas. 

Sementara itu, Koordinator Relawan Bencana Kecamatan Sukaresik Sobur Suryana menyatakan, hingga menjelang siang hari, debit air banjir terus berkurang. Sejak air meluap, Sobur menyebutkan tim relawan langsung melakukan penyisiran terhadap warga yang butuh diungsikan. 

"Tadi pagi yang diungsikan warga yang usia manula saja, sisanya memilih untuk bertahan di rumah. Langkah selanjutnya, kita minta warga untuk lebih mewaspadai adanya banjir susulan, jika hujan dengan intensitas tinggi dengan kurun waktu lama datang," kata Sobur.***

Editor: Windiyati Retno Sumardiyani


Tags

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X