Sikapi Kasus Penganiayaan Ulama, Ini yang Dilakukan Ribuan Santri Sukabumi

- 22 Februari 2018, 14:25 WIB
Ribuan santri yang tersebar disejumlah pondok pesantren di kota dan Kabupaten Sukabumi, meminta agar aparat kepolisian terus meningkatkan pengamanan. Kendati santri di 161 pontren secara bergiliran telah melakukan ronda malam disekitar pondok, tetapi rasa cemas masih terus membayang-bayangi aktivitasnya. AHMAD RAYADIE/

SUKABUMI, (PR). Ribuan santri dari pondok-pondok pesantren kota dan Kabupaten Sukabumi, Kamis 22 Februari 2018, meminta agar aparat kepolisian terus meningkatkan pengamanan sehubungan maraknya kabar soal kasus penganiayaan-ulama">penganiayaan ulama. Kendati santri di seratus enam puluh satu pontren  secara bergiliran  telah melakukan ronda malam disekitar pondok, tetapi rasa cemas masih terus membayang-bayangi aktivita mereka.

Hal tersebut terunggkap ketika kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Sukabumi Kota, Susatyo Purnomo Condro saat melakukan serangkaian pertemuan dengan seratus lebih  rois dan roisah di Gedung Pusat Kajian Islam (Puski) Kota Sukabumi.  “Beredarnya berita di medsos sangat membuat santri resah. Kendati diyakini informasi tersebut hoaks, tapi tetap saja membuat santri diliputi rasa was-was,” kata salah seorang rois, Ipi.

Sebenarnya, kata rois lainnya, Mohamad Zakaria rasa cemas santri tidak hanya terjadi saat ini saja. Tapi rasa cemas dan gelisah telah terjadi beberapa tahun lalu. Bahkan penganiayaan yang dilakukan oknum warga berlangsung terkesan dilakukan secara terpola.

“Karena itu, kami berharap upaya pencegahan harus dilakukan aparat kepolisian. Tapi anehnya, seperti tahun-tahun sebelumnya  para pelaku yang membuat resah diduga orang gila,” katanya.

Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Sukabumi kota, Susatyo Purnomo Condro mengatakan tidak hanya masyarakat untuk waspada terhadap berita hoaks. Tapi para santri pun untuk cerdas menyerap informasi melalui  media sosial secara cerdas.

loading...

“Apalagi sebagian besar santri sudah dipastikan memiliki memiliki akun medsos. Karena itu,  santri diharapkan cerdas dalam menggunakan medsos,” katanya.

Terkait mengenai penyebaran  mengenai ada isu penyerangan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) kepada para ulama,  kata Susatyo Purnono Condro, kepada seluruh santri untuk tidak mudah terperdaya dan terprovokasi sehingga tidak hanya dapat merugikan orang lain. Tapi dapat merugikan diri sendiri karena harus berurusan dengan hukum.

“Karena para santri kini memasuki zaman now alias melek teknologi informasi, maka mengingatkan agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Karena semua informasi yang tersebar di media sosial itu, tidak seluruhnya benar," katanya.

Halaman:

Editor: Ahmad Rayadie


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X