Jumat, 21 Februari 2020

Meski Belum Selesai, Kontraktor Klaim Jalur Puncak Bisa Dibuka Kamis

- 13 Februari 2018, 11:41 WIB
SEJUMLAH pekerja proyek menyelesaikan perbaikan di area Puncak Pass, Puncak, Kabupaten Cianjur, Selasa, 13 Februari 2018. Pengerjaan proyek amblasnya sejumlah ruas jalan di wilayah itu terkendala cuaca ekstrem. Namun, kontraktor menjanjikan jalur dapat segera dilalui seperti semula.*

CIANJUR, (PR).- Kontraktor perbaikan area Puncak Pass mengklaim jalur menuju Puncak bisa dibuka Kamis, 15 Februari 2018 mendatang. Perbaikan Jalur Puncak di area ambrolnya sejumlah ruas dekat area hotel tersebut belum selesai. Namun, pembukaan jalur (open traffic) bagi kendaraan diperkirakan sudah dapat dilakukan.

Pelaksana Lapangan PT Wijayakarta Riswandi mengatakan, kondisi area tersebut memungkinkan untuk digunakan seperti semula tanpa mengganggu proses pengerjaan perbaikan wilayah yang ambrol sedalam 18 meter itu.

”Mengingat akan long weekend, maka jalur kami usahakan bisa clear Kamis depan. Sementara pengerjaan masih berlanjut, dipastikan lalu lintas dan proyek tidak menganggu satu sama lain,” kata dia ditemui di Puncak Pass, Selasa, 13 Februari 2018.

Riswandi menambahkan, saat ini pekerjaan memasuki tahap pemasangan pancang dan bronjong. Hanya saja, proses tersebut terkendala cuaca yang cukup ekstrem. Hujan yang terus turun disertai kabut yang tebal di sepanjang jalur perbaikan.

Perbaikan selesai tiga pekan

Melihat kondisi tersebut, ia pun menargetkan proyek dapat diselesaikan dua hingga tiga pekan mendatang. Sementara ini, pengendara roda dua yang melintas pun mengandalkan bahu jalan yang diperluas untuk meminimalkan risiko kecelakaan.

”Tapi kalau cuaca membaik, kami juga bisa bekerja lebih cepat. Kalau tidak ada kendala, akan diusahakan tiga pekan selesai atau lebih cepat dari itu,” katanya.

Dibukanya kembali jalur Puncak disambut positif Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Cianjur. Pasalnya, pascapenutupan jalur penghubung kota-kota besar itu, geliat perekonomian di kawasan Puncak hingga Cipanas terus melemah.

Ketua PHRI Cianjur Nano Indrapraja mengatakan, lebih dari sepekan sekitar 37 pengusaha hotel, restoran, maupun lokasi wisata yang tersebar di Puncak dan Cipanas mengalami kerugian karena minimnya jumlah kunjungan.

Halaman:

Editor: Shofira Hanan

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X