Kamis, 12 Desember 2019

28 Kecamatan di Sukabumi Dilanda Bencana

- 29 November 2017, 15:02 WIB

SUKABUMI, (PR).- Berbagai bencana alam menerjang wilayah Sukabumi, Rabu 29 November 2017, tercatat terjadi di 28 desa yang tersebar di dua puluh kecamatan. Bencana alam yang didominasi tanah longsor, pergerakan tanah, dan banjir bandang menyebabkan ratusan rumah warga terpapar bencana.

Kendati tidak menimbulkan korban jiwa, tapi menyebabkan warga memgalami kerugian material.Intensitas hujan tinggi mengguyur  selama dua hari terakhir  tidak hanya  tiga rumah mengalami rusak berat. Tapi sebelas rumah rusak sedang, tiga rumah rusak ringan, tujuh belas rumah terancam, dan empat puluh enam  rumah terdampak bencana.

“Hujan lebat menjadi pemicu bencana alam di Sukabumi. Sebanyak  40 Kepala Keluarga (KK) atau 78 jiwa terpapar bencana alam. Sebagian warga kini mengungsi ditempat aman,” kata Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Usman Zaelani.

Usman Zaelani nebgataa kendati tidak menimbulkan korban jiwa, tapi dua orang warga mengalami luka-luka ringan.  BPBD dibantu warga telah membawa korban ke puskesmas terdekatuntuk memperoleh penanganan medis.  “Mereka telah memperoleh penganan medis,” katanya.

Koordinator Pos Sar Sukabumi,  Aulia Sholihanto mengatakan genangan air pasca meredam warga di Desa Jayanti dan Cidadap, Palabuhanratu kini telah  surut. Tapi untuk mengatisipasi bencana susulan di petigas masih terus melakukan pemantauan. “Untuk mengantsipais bencana susulan, kami masih terus melakukan pemantauan,” katanya.

Kondisi  serupa di Desa Mekarsakti Kecamatan Ciemas dan Desa Tegal Buleud, Kecamatan Tegalbuleud, kata Aulia, petugas Sar telah mendatangi  lokasi banjir. Genangai air  di sejumlah titik di yang berangsur-angsur kini mulai  surut. “Sebagian besar genangan air yang sempat meredam pemukiman warga berangsur-angsur surut,” katanya.

Wakil Bupati, Adjo Sardjono mengatakan  mengimbau seluruh masyaakat yang berada didaerah merah bencana untuk meningkatkan kesiapsiagaannya. Apalagi potensi bencana seiring  cuaca ekstrim sangat perlu diwaspadai.  Warga harus meningkatkan kewaspadaannya. Bencana terjadi diluar dugaan,” katanya.

Adjo Sardjono mengatakan  sebgian vesar  daerah di Kabupaten Sukabumi dengan kondisi kontur tanah labil sangat berpotensi bencana tanah longsor.  Karena itu, warga yag berada di daerah tebing dan persis di kaki gunung untuk waspada. “Terutama bla hujan deras untuk segera engungsi bila terjadi pergerakan tanah,” katanya.***



Editor: Ahmad Rayadie

Tags

Komentar

Terkini

X