Sabtu, 6 Juni 2020

Sukabumi Darurat Kekerasan Seksual Perempuan

- 25 November 2017, 10:50 WIB

Darurat pencabulan

Sebelumnya, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Sukabumi,  menyatakan darurat  kasus pencabulan dan pemerkosaan diwilayahnya. Pernyataan  seiring kasus tersebut terus bertambah hingga mencapai 41 kasus dengan  korban mencapai 47 orang.

Kasus  yang mengenaskan tidak hanya menimpa anak perempuan. Tapi kasus cabul menimpa anak laki-laki dibawah umur. Mereka menjadi korban cabul yang dilakukan orang dewasa.

“Ini menjadi tamparan keras tidak hanya  bagi pemerintah daerah. Tapi  bagi semua pihak, termasuk P2TP2A dan para penggiat anak-anak di Kabupaten Sukabumi.  Kondisi ini sangat ironis,  Kabupaten Sukabumi belum lama  telah melouncing  sebagai  kabupaten layak dan aman bagi anak-anak ,” kata Ketua Harian Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Sukabumi, Elis Nuraeti.

Elis Nurbaeti mengatakan seiring dinyatakan kabupaten layak anak, maka semua pihak harus  menggulirkan program-program yang benar-benar tepat sasaran. Kegiatan tersebut pun harus melibatkan semua pihak dan berlangsung secara kesinambungan. “Harus berkesinambungan sehingga kasus tersebut dapat ditekan dan diminimalisir,” katanya.

Selain itu, kata Elis Nurbaeti, menghimbau agar seluruh keluarga untuk meningkatkan kewaspadaannya. Terutama mengawasi anak-anaknya dari perbuatan yang tidak terpuji. Apalagi seringkali kasus  menimpa anak-anak dilakukan orang dekat dan dipercaya.

“Seperti yang terjadi September ini, dari lima kasus terungkap empat  kasus dilakukan orang dekat. Bisa saja, bapak, tetangga dan saudaranya sendiri,” katanya.***

Halaman:

Editor: Ahmad Rayadie


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X