Rabu, 3 Juni 2020

Sukabumi Darurat Kekerasan Seksual Perempuan

- 25 November 2017, 10:50 WIB

SUKABUMI, (PR).- Sejumlah komunitas perempuan di Kabupaten Sukabumi, Sabtu, 25 November 2017, menyerukan lawan kekerasan terhadap perempuan. Seruan dituangkan selembar kain poster  seukuran lima meter dan sepanjang  dua belas meter dibentangkan persis di taman Mesjid Agung, Jalan Ahmad Yani, Kota Sukabumi.

Kegiatan yang bertepatan dengan Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak itu memperoleh apresiasi warga. Terutama  ratusan perempuan yang menyempatkan diri mendatangi aksi tersebut.

Mereka tidak hanya menandatangani petisi berisikan stop kekerasan. Namun mereka juga mendesak agar semua pihak melakukan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.  

Apalagi tindakan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang terjadi di Kabupaten Sukabumi sudah memasuki kategori darurat. Kekerasan yang menimpa tidak hanya berupa kekerasan fisik, tapi pelecehan seksual hingga penelantaran anak yang dilakukan orangtua kandung.

“Sebagian besar pelaku kekerasan didominasi orang terdekat disekitar korban,” kata Koordinator Aliansa Yes I Do, Deri Irawan.

Minim penanganan kasus

Dari hasil data yang dihimpun Aliansi Yes I Do Kabupaten Sukabumi, kekerasan berhasil terinvetarisir dari Januari hingga pertengahan November 2017 ini,  sebanyak 200 kasus.  Hanya saja, perkara  yang baru tertanganan relatif masih sangat sedikit, hanya kisaran kurang dari 15 persen saja.

“Memang sangat ironis  penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak  masih sangat minim hanya kisaran 30 kasus. Padahal kasus kekerasan dibarat permukaan gunung es, tidak menutup kemungkinan kasus kekerasan lebih dari data yang behasil dinventarisi sebanyaak 200 kasus,” katanya.

Deri Irawan mengatakan minimnya pelaporan tidak hanya disebabkan terbatasnya pemahaman mengenai upaya pelaporan. Melainkan adanya rasa takut untuk melaporkann kasus yang dialami korban atau keluarga korban.

“Mereka lebh memilih berdamai dengan pelaku. Bahkan  sejumlah kasus  didiamkan begitu saja, padahal tindakan kekerasan sangat membekas. Terutama berdampak psikis  bagi anak-anak yang  menjadi korban kekerasan,” katanya.

Halaman:

Editor: Ahmad Rayadie


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X