Polres Selidiki Dugaan Pelanggaran Pembuangan Tanah Urukan Proyek Cisumdawu

- 15 November 2017, 12:58 WIB
Satu unit alat berat sedang membersihkan tanah urukan (disposal) pembuangan dari projek tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) di Dusun Cibawang, Desa Sukasirnarasa, Kecamatan Rancakalong, beberapa hari lalu. Tanah urukan itu menimbun gorong-gorong dan menutup aliran Sungai Cibawang hingga menyebabkan banjir yang merendam ruas jalan provinsi di daerah itu. Polres Sumedang hingga kini masih menyelidiki dugaan pelanggaran aktivitas pembuangan tanah urukan yang menyebabkabn banjir di Dusun Cibawang

SUMEDANG, (PR).- Polres Sumedang hingga kini masih menyelidiki dugaan pelanggaran dalam pembuangan tanah urukan (disposal) dari projek tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) yang menyebabkan banjir di Dusun Cibawang, Desa Sukasirnarasa, Kecamatan Rancakalong.  

“Itu  masih diduga. Benar tidaknya dugaan itu, kami masih menyelidikinya,” kata Kapolres Sumedang Hari Brata di Mapolres Sumedang, Rabu 15 November 2017.

Menurut dia, dalam penyelidikan tersebut, polres sudah menurunkan  tim saksi ahli dari Pemkab Sumedang dan Pemprov Jabar untuk meneliti dugaan pelanggarannya. Saksi ahli,  nantinya akan menjelaskan hasil pengamatannya. Meski kejadian banjir di Cibawang yang diduga akibat tanah urukan sudah relatif lama sejak sepekan lalu  dan penyelidikannya pun  sudah dilakukan beberapa hari lalu, tidak serta merta hasil penyelidikan sementara sudah bisa diketahui. Sebab, penyelidikannya harus tajam dan tidak semudah yang dikira  

“Yang pasti, beberapa alat bukti sudah ada, yakni  banjir di Cibawang dan penyebabnya. Bahkan kami sudah berkoordinasi dengan Polda Jabar. Bisa saja kami bekerjasama dengan Polda Jabar dalam penyelidikannya” ujar Hari.

Ia mengatakan, selain di Dusun Cibawang, ada juga beberapa lokasi pembuangan tanah urukan projek tol Cisumdawu lainnya yang diduga terjadi pelanggaran,  termasuk perizinannya. Itu pun sedang diselidiki oleh Polres Sumedang. “Beberapa lokasi lainnya pun, sedang kita dalami (selidiki-red),” ujarnya.

Sanksi

Menanggapi hal itu, Bupati Sumedang Eka Setiawan didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Amim mengatakan, apabila dalam pembuangan tanah urukan projek tol Cisumdawu  terjadi pelanggaran, tentunya akan diberikan sanksi. Namun, Pemkab Sumedang masih meneliti lokasi mana saja yang tidak memenuhi persyaratan.

“Yang parah, lokasi pembuangan tanah urukan di Cibawang. Apakah di lokasi itu terjadi pelanggaran? Nanti saya akan lihat dan pelajari dulu dokumennya di Satker (satuan kerja) tol Cisumdawu. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan pun, sedang melihat dokumen UPL/UKL (Upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan) di lokasi pembuangan tanah urukan di Cibawang,” tuturnya ketika ditemui di kantor Induk Pusat Pemerintahan (IPP) Pemkab Sumedang .  

Banjir

Ia mengatakan, terlepas dugaan pelanggaran aktivitas pembuangan tanah urukan di lokasi lainnya, dirinya akan memfokuskan persoalan banjir di Dusun Cibawang yang hingga kini belum tuntas. Sebab, dampak banjirnya sudah melanda rumah warga, pesawahan dan bangunan lainnya. Bahkan kini, ada kekhawatiran dampaknya bisa membahayakan masyarakat yang berada di daerah hilir Sungai Cibawang. Daerah itu, seperti Dusun Renggong, Desa Cijeruk dan Desa Cigendel, Kecamatan Pamulihan.  “Oleh karena itu, penanganan masalahnya akan difokuskan ke Cibawang dulu,” ujar  Eka.

Guna menangani banjir di Cibawang yang makin meluas, kata dia,  hari ini  dirinya sudah memanggil Satker tol Cisumdawu untuk segera menyelesaikan persoalan banjir. Satker juga diminta untuk mencari solusi efektif supaya dampak banjirnya tidak membahayakan masyarakat di daerah hilir sungai. “Memang janji Satker untuk menyelesaikan banjir Cibawang selama 7 hari sudah terlewat. Itu dikarenakan curah hujannya tinggi dan penanganan banjir di Cibawangnya belum tuntas. Oleh karena itu, saya akan kumpulkan semua dinas dan instansi  termasuk Satker tol Cisumdawu untuk fokus menyelesaikan masalah banjir di Cibawang,” ucapnya.***

Halaman:

Editor: Adang Jukardi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X