Dianiaya, Penyebab Kematian Asisten Rumah Tangga Asal Cianjur

- 7 November 2017, 10:04 WIB

DEPOK, (PR).- ‎Aparat Kepolisian Resort Kota Depok memastikan penyebab tewasnya Samsiah (40), asisten rumah di Perumahan Pesona Khayangan, Jalan Juanda, Depok karena penganiayaan.

"Hasil visum dan otopsi, ada beberapa luka di bagian kelopak mata, di bagian wajah, di bibir kemudia luka juga di leher," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Depok Putu Kholis Aryana dalam konferensi pers di‎ Mapolresta Depok, Selasa 7 November 2017. 

Dia menuturkan, kematian korban disebabkan adanya kekerasan benda tumpul di leher yang menyebabkan patah tulang dan mati lemas. "Kasus - kasus seperti ini biasanya ditemukan dalam kasus pembunuhan dengan modus jerat," ucap Putu.

Tak hanya itu, bekas luka tusukan terlihat di perut korban yang tengah hamil empat bulan. Pelaku diduga menggunakan gunting sehingga korban terluka sedalam 4 centimeter dan lebar 1 centimeter.

Penyidik juga menemukan sidik jari yang diduga pelaku pada gunting yang ditemukan. "Saat ini masih berproses untuk sidik jari di (tim) identifikasi, mungkin siang atau sore ini bisa keluar namanya," ujar Putu.

Polisi pun menemukan petunjuk lain pada CCTV atau kemera pengawas di perumahan. Seorang pria dengan sepeda motor dengan gelagat mencurigakan terekam dalam CCTV tersebut. Putu menduga kuat sosok itu merupakan pelaku.

"Diduga kuat (itu pelakunya), kami sudah mempelajari CCTV selama dalam kurun waktu 6 jam sebelum dan setelah kejadian," tuturnya.

Mengenai telefon genggam korban yang raib, Putu juga mengaku masih mendalaminya. Dari olah TKP, penyidik hanya mendapati kardus bekas telefon genggam korban. Namun, Putu memastikan tidak ada barang berharga pemilik rumah yang hilang.

Hal itu membuat penyidik menduga motif pribadi menjadi penyebab pelaku menghabisi nyawa korban. Seperti diketahui, ‎Samsiah (40), asisten rumah tangga ditemukan tewas di rumah majikannya di Perumahan Pesona Khayangan, Jalan Juanda, Sukmajaya, Kota Depok. Perempuan asal Cianjur yang tengah hamil tersebut diduga dibunuh.

Halaman:

Editor: Bambang Arifianto


Tags

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X