Kejar Capaian Vaksinasi Covid-19, Pemkab Majalengka Bentuk 360 Tim Vaksinator

- 27 Oktober 2021, 17:35 WIB
Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Majalengka, Jawa Barat, Rabu 27 Oktober 2021.
Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Majalengka, Jawa Barat, Rabu 27 Oktober 2021. /Kabar Cirebon/Tati Purnawati

PIKIRAN RAKYAT - Kabupaten Majalengka bentuk 360 tim vaksinator ditambah 6 tim cadangan dengan jumlah masing-masing tim sebanyak 4 orang untuk mengejar ketertinggalan target pelaksanaan vaksinasi yang totalnya baru mencapai 41 persenan untuk dosis 1, dan target lansia baru 20 persen.

Setiap tim terdiri dari dua bidan atau tenaga kesehatan lainnya ditambah satu tenaga kesehatan dari Puskesmas serta satu orang PLKB (Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana).

Hal tersebut disampaikan Sekda Majalengka Eman Suherman usai memimpin rapat teknis pembentukan dan operasional pelaksanaan vaksinasi bersama sejumlah kepala dinas dan camat se Kabupaten Majalengka, Rabu 27 Oktober 2021 di Gedung Yudha Karya Abdi Negara sebagai  tindak lanjut rapat sebelumnya.

Pembentukan jumlah tim ini untuk mengejar target sasaran dan target waktu yang ingin di capai pada Desember mendatang. Alasanya jika tim terbatas maka target Desember tidak akan bsia dicapai hingga 50 persenan.

Baca Juga: Airlangga Hartarto: Indonesia Harus Mengambil Momentum untuk Mengatur Agenda Besar G20

Menurut Eman disertai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka Harizal Harahap, saat ini target per hari sebanyak 700 dosis untuk tiap Puskesmas tidak bisa tercapai karena pencapaian hanya sebanyak 200-300 dosis saja.

“Jika demikian maka target Desember yakin tidak akan bisa dicapai 50 persen dari jumlah sasaran,” ucapnya.

Menurutnya dengan dibentuk 360 tim diharapkan setiap tim bisa melayani 100 orang per hari, dengan demikian maka setiap hari akan ada 36.000 yang divaksin. Bila target sebanyak itu bisa terealisasi  maka 50 persen target sasaran di bulan Desember bisa di capai.

Baca Juga: Ridwan Kamil Terbang ke Dubai Promosi Wisata Halal Jabar

“Harusnya tim ini berjumlah 750 sesuai jumlah bidan praktek mandiri, namun saja karena tidak ada pendampingnya, yakni pendamping untuk tenaga tik entry  sehingga tim akhirnya hanya berjumlah 360,” kata Eman.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X