Sabtu, 22 Februari 2020

Kerajinan Tasikmalaya Siap "Go International"

- 16 Oktober 2017, 13:03 WIB
WALI Kota Tasikmalaya Budi Budiman (keempat dari kiri) menyerahkan piagam penghargaan kepada Wali Kota Baller, Filipina, seusai Tasik Invesment Expo and Conference di Hotel Santika Tasikmalaya, Senin 16 Oktober 2017. Pemkot Tasikmalaya sepakat bekerja sama dengan lima negara dalam TIEC tersebut.*

TASIKMALAYA, (PR).- Pemerintah Kota Tasikmalaya sepakat menjalin kerja sama dengan lima negara delegasi ASEAN, Eropa, dan Timur Tengah. Perjanjian kerja sama itu disepakati dalam Tasikmalaya Investment Expo and Conference (TIEC) yang digelar di Hotel Santika, Kota Tasikmalaya, Senin 16 Oktober 2017.

Penanggung Jawab operasional TIEC, Wawan Gunawan, mengatakan bahwa dalam TIEC 2017, Pemerintah Kota Tasikmalaya telah menandatangani perjanjian kerja sama di berbagai bidang dengan lima negara. Lima negara tersebut di antaranya Filipina (Pemkot Baller), Palestina, Singapura, Malaysia, dan Jerman. Kolaborasi investasi juga dilakukan dengan Pemkab Wonosobo. 

Menurut Wawan, salah satu bidang yang dikerjasamakan yakni kerja sama di bidang pertanian. Pemkot Tasikmalaya akan memfasilitasi petani beras hitam untuk bisa memasarkan produknya di Singapura. Ada pula kerja sama di bidang pengelolaan sampah antara Kota Tasikmalaya dengan Singapura.

"Kerja sama pemasaran kerajinan khas Tasikmalaya jadi fokus kami. Kita ingin memasarkan mendong. Bahkan, Singapura akan membantu realisasi kampung mendong di Purbaratu," kata Wawan.

Tak hanya kerja sama dalam bidang industri dan perdagangan, Pemkot Tasikmalaya juga bakal berkolaborasi di bidang pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Penandatanganan kerja sama akan dilakukan dengan negara Jerman.

Potensi dan kolaborasi

Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, menyatakan bahwa kerja sama dan kolaborasi investasi tersebut akan membuka peluang bagi Kota Tasikmalaya untuk mengembangkan potensi yang ada. Melalui TIEC, Pemkot Tasikmalaya mencoba memfasilitasi pengusaha kerajinan untuk selangkah lebih maju dengan mengekspor produknya ke lima negara tersebut.

"Kita buka peluang kerja sama, tetapi tetap kita harus ingat jangan sampai kerajinan ini diklaim negara lain," ucap Budi.

Sementara itu, ‎perwakilan delegasi organisasi kamar dagang industri Singapura, Jerry Tan, menyatakan bahwa peluang ekspor kerajinan Kota Tasikmalaya ke negara-negara jasa seperti Singapura, Malaysia, dan Filipina cukup tinggi. Sayangnya, akses menuju Kota Tasikmalaya masih sulit, sehingga perlu ada percepatan akses di wilayah Priangan Timur untuk mendongkrak investasi.

Halaman:

Editor: Windiyati Retno Sumardiyani

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X