Minggu, 15 Desember 2019

Makin Terbatasnya Kesempatan Kerja Laki-laki, Berdampak Serius

- 29 September 2017, 10:46 WIB

PALABUHANRATU, (PR). Bupati Sukabumi Marwan Hamami mendesak agar para pengusaha memberikan upah layak sesuai upah minimum kerja (UMK) bagi seluruh karyawannya. Dia juga meminta para pelaku usaha   untuk menambah kuota lapangan kerja bagi laki-laki.

Hal tersebut diungkapkan Marwan Hamami saat melakukan  serangkaian kunjungan  ditiga perusahaan terbesar di Kabupaten Sukabumi, Jumat, 29 September 2017. Ia didampingi para pejabat di lingkungan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan perwakilan  Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO).

Desakan tersebut seiring bergulirnya sejumlah aspirasi mengenai  peluang laki-laki memperoleh kesempatan kerja terbatas dibandingkan dengan perempuan.

“Karena itu, perusahaan harus membuka peluang lebih banyak bagi laki-laki untuk mendapatkan pekerjaan. Disamping itu,  para pelaku usaha harus memberikan upah yang layak bagi karyawannya sesuai dengan perundan-undangan,” katanya.

Sebenarnya, kata Marwan Hamami  kehadiran  sejumlah perusahaan  dapat peningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat. Apalagi keberadannya dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat secara bertahap. Terutama  dapat segera  mengubah struktur perekonomian ke arah yang lebih baik.

“Tapi  di perjalanannya, kehadiran industri  bukan hanya menimbulkan dampak positif saja. Tapi dapat menimbulkan dampak negatif apabila tidak segera dimanajemen secara baik. Termasuk persoalan  penyerapan tenaga kerja hingga mobilisasi karyawan yang dapat menimbulkan gangguan lalulintas,” katanya.

Sebelumnya, komunitas perempuan yang tergabung Forum Wanita (Forwa) Sukabumi sempat mendesak agar  Pemkab Sukabumi segera merealisasikan pembuatan Peraturan Daerah (Perda) tentang penyerapan lowongan tenaga kerja (Lowker) laki-laki. Langkah tersebut perlu segera direalisasikan seiring kekhawatiran akan berimbas semakin rapuhnya ketahanan keluarga

“Selain tergesernya nilai fungsi dan peran  pasangan suami istri  pada keluarganya. Tapi akan  memicu  meningkatnya tindakan kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kabupaten Sukabumi," kata Ketua Forum Wanita (Forwa) Sukabumi, Elis Nurbaeti.

Elis Nurbaeti mengatakan lebih mencemaskan salah satu pergeseran yang paling terlihat, peran ibu dalam pengasuhan anak kini tidak lagi optimal. Bahkan sebagian besar nyaris rata-rata digantikan oleh neneknya. “Sehingga  memicu salah asuh yang berdampak pada perilaku sang anak,” katanya.


Halaman:

Editor: Ahmad Rayadie

Tags

Komentar

Terkini

X