Ratusan Ribu Naskah Kuno Nusantara Dikuasai Asing

- 18 September 2017, 16:35 WIB
Naskah Kuno.*

CIREBON, (PR).- Terdapat ratusan ribu naskah kuno dari seluruh wilayah nusantara ternyata dikuasai pihak asing. Tidak hanya dikuasai secara lembaga, namun juga perseorangan.

Hal ini terungkap pada seminar dan dialog naskah-naskah kuno nusantara, pada hari terakhir Festival Keraton Nusantara XI di Bangsal Pagelaran Keraton Kasepuhan Senin, 18 September 2017 siang.

Fakta dikuasainya ratusan ribu naskah kuno tersebut, membuat dibutuhkannya upaya  luar biasa dan negosiasi tingkat tinggi,  agar naskah yang bernilai tinggi tersebut bisa kembali.

Kepala Pusat Jasa Perpustakaan dan Informasi Perpustakaan Nasional Titiek Kismiyati menjelaskan,  kepemilikan asing atas ratusan ribu naskah kuno biasanya melalui tiga jalur. Yakni jalur jual beli,  rampasan perang, maupun pemberian atau hadiah.

“Naskah kuno yang dimiliki museum di Leiden Belanda saja setidaknya 13.000 judul,belum yang dimiliki pihak lain, baik lembaga maupun perseorangan di Leiden maupun wilayah lain di Belanda, “ katanya.

Belum lagi negara lain, baik Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Inggris,  Perancis, Jerman, Rusia, Afrika dan negara lainnya.

Padahal,  katanya,  naskah kuno tersebut bernilai tinggi baik dari aspek kesejarahan maupun kandungan isinya,  yang terdiri dari berbagai bidang keilmuan.

Titik mengingatkan pentingnya membuka wawasan dan pemahaman generasi muda akan isi naskah kuno yang sedemikian luar biasa. “Negara lain saja sampai kagum dan berlomba-lomba mencari naskah kuno sampai berani membeli dengan harga tinggi,  karena tahu kandungan isinya luar biasa tinggi," katanya.

Tiga ancaman kelestarian naskah kuno

Di tengah kesulitan mengembalikan naskah kuno, kelestarian naskah kuno yang tersisa harus menghadapi tiga ancaman sekaligus. Yakni ancaman kepunahan akibat dimakan usia,  sehingga perlu dilakukan penyelamatan dari mulai preservasi,  digitalisasi dan upaya penyimpanan kembali yang representarif.

Halaman:

Editor: Ani Nunung Aryani


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X