Pinjol Banyak Memakan Korban, Wabup Garut Minta Pemerintah Pusat Tegas

- 22 Oktober 2021, 21:00 WIB
Ilustrasi transaksi pinjaman online (pinjol).
Ilustrasi transaksi pinjaman online (pinjol). /PIXABAY/Mohamed_hassan

PIKIRAN RAKYAT - Maraknya aplikasi pinjaman online (pinjol) di Kabupaten Garut, disesalkan Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman. Apalagi selama ini, pinjol telah cukup banyak memakan korban di Garut.

"Tentu sangat menyesalkan maraknya pinjol di Garut yang lebih banyak menimbulkan mudharatnya ketimbang manfaatnya. Selama ini kami juga telah banyak menerima keluhan dari para korban pinjol," ujar Helmi, Kamis 21 Oktober 2021.

Diakuinya, selama ini dirinya juga telah banyak kedatangan warga yang mengaku sebagai korban pinjol. Tak hanya itu, stafnya juga ada yang menjadi korban pinjol dan ini sangat berdampak terhadap mereka.

Bunga dari pinjaman yang harus dibayar oleh korban pinjol menurut Helmi sangat besar sehingga hal ini malah akan sangat menyengsarakan siapapun yang meminjamnya. Belum lagi cara penagihan yang dilakukan pihak pinjol yang sangat tak beretika yang lebih mengutamakan intimidasi bahkan juga mempermalukan si peminjam. 

Baca Juga: Vladimir Putin Soroti Hubungan Unik yang Terjalin Antara Rusia dan Israel

Cara yang dilakukan pihak jasa pinjol seperti itu dinilai Helmi jelas-jelas sudah tidak sehat. Oleh karenanya ia mewanti-wanti kepada warga untuk tidak pernah menggunakan jasa pinjol karena akibatnya malah akan semakin menyengsarakan. 

"Sudah bunganya sangat besar, cara yang dilakukan saat melakukan penagihan pun sangat tidak sehat karena lebih mengedepankan intimidasi dan mempermalukan. Di Garut sudah banyak korban yang mengeluh langsung kepada saya, termasuk anak buah saya juga ada yang menjadi korban pinjol dan itu sangat menyiksa dirinya," katanya.

Untuk warga yang benar-benar terdesak dan membutuhkan pinjaman uang, Helmi mengingatkan agar jangan sekali-kali berhubungan dengan pihak pinjol. Ia menyarankan kalau pun terpaksa harus meminjam uang, agar langsung ke lembaga perbankan resmi yang jelas aturannya.    

Baca Juga: Kenapa TVRI Tak Siarkan Semua Pertandingan Indonesia di Denmark Open? Berikut Penjelasannya

Helmi pun meminta kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika agar bertindak tegas dengan cara menutup seluruh aplikasi yang berbasis pinjol yang saat ini begitu marak. Kehadiran pinjol ini menurutnya jelas-jelas sangat menyengsarakan masyarakat yang terlanjur terjerat olehnya.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X