Sabtu, 29 Februari 2020

#KlipingPR Tragedi Sejarah, Sepuluh Topeng Pusaka Dicuri

- 1 September 2017, 07:16 WIB
Pikiran Rakyat edisi 1 September 2008.*

1 September 2008. Sepuluh topeng pusaka keluarga Sujana Arja, maestro tari topeng Desa Selangit, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon hilang dicuri. Bukti sejarah terpenting dari masa kejayaan tari topeng khas Selangit itu telah mengawal tradisi topeng setempat selama empat generasi. Hari ini, sembilan tahun silam kejadian itu diberitakan Pikiran Rakyat di halaman utama.

Inu Kertapati, putra almarhum maestro Sujana Arja kepada salah satu wartawan Pikiran Rakyat kala itu, wartawan Pikiran Rakyat Agung Nugroho menceritakan kejadian itu. Topeng itu dicuri dari tempat penyimpanannya di rumah keluarga yang dihuni bibinya, Keni Arja (60). Dari sebelas topeng wasiat itu, hanya satu topeng yang selamat dari pencurian. "Itu pun karena kebetulan disimpan terpisah," tutur Inu.

Dia mengatakan, pencuri masuk dengan cara merusak pintu depan rumah. Tak ada barang lain yang hilang, kecuali sepuluh topeng pusaka yang disimpan dalam sebuah kotak kayu.

"Pencuri hanya mengambil topeng wasiat. Tidak ada barang lain yang hilang, perhiasan emas malah tidak ikut diambil. Kami menyimpulkan sasaran pencurian topeng-topeng bersejarah itu," tutur Inu.

Tak lama setelah pencuri mengambil topeng, pemilik rumah sempat terbangun. Bahkan tetangga sempat mengejar. Namun pencuri langsung kabur ke arah Plered. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya "ules" (kain penutup topeng) yang dibuang berceceran oleh si pencuri.

"Pencuri itu lari ke arah timur menuju Plered. Kami hanya menemukan ules yang sengaja dibuang si pencuri," tutur dia. Inu juga menceritakan, sebelum hilang, sudah ada dua tamu datang untuk menawar topeng-topeng itu. Pertama menawar Rp5 juta/ topeng, berikutnya Rp10 juta/topeng.

"Tapi keluarga tetap bertahan untuk tidak menjual, sebab topeng itu memiliki nilai sejarah tinggi," tutur dia.

Kehilangan besar

Budayawan Cirebon, Ahmad Syubanudin Alwy sempat kaget menerima pemberitahuan hilangnya topeng pusaka keluarga Arja. Menurut dia, ini sebuah tragedi sejarah tragis yang nilainya tak kalah penting dengan hilangnya naskah-naskah kuno Keraton Cirebon.

"Ini sebuah kehilangan besar. Bila naskah kuno itu simbol sejarah kemapanan di lingkungan keraton, topeng ini merupakan simbol dari seni-seni tradisi rakyat. Harus dicari upaya serius untuk kembali menemukan topeng itu," ujar dia menandaskan.

Halaman:

Editor: Arie C. Meliala

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X