Sopir Truk Mogok, Sampah di Depok Menumpuk

- 22 Agustus 2017, 11:33 WIB
BAMBANG ARIFIANTO/

DEPOK, (PR).- Hampir tiga pekan mendapat Piala Adipura, wajah Kota Depok tercoreng tumpukan sampah yang bertebaran di sepanjang Jalan Margonda Raya. Tumpukan sampah di kawasan jantung kota tersebut merupakan imbas aksi mogok yang kembali dilakukan sopir truk pengangkut sampah TPA Cipayung. 

Pantauan "PR" Selasa, 22 Agustus 2017 siang, tumpukan sampah yang dibungkus berbagai plastik terlihat sepanjang Margonda. Tak hanya trotoar, plastik-plastik sampah juga ditaruh di separator jalan. Kondisi tersebut membuat kawasan yang menjadi denyut nadi ekonomi dan keramaian warga itu menjadi kumuh. Padahal, Depok Baru saja meraih Adipura 2017 dalam kategori kota metropolitan. Sejumlah warga juga mengeluhkan keadaan tersebut.

"Dari ujung ke ujung (Margonda) masa kotor lagi," kata Salim, juru parkir asal Kemirimuka, Depok. Salim menilai, kotornya Margonda tak pantas bagi Depok sebagai peraih Adipura

Apalagi Margonda merupakan jalan utama yang menjadi lokasi Kantor Pemkot Depok dan pusat ekonominya. "Lagi pula ini jalan utama. Harusnya dijaga lagi (kebersihannya) supaya dapat lagi (Adipura) tahun depan," ujarnya.

Menurut Salim, timbunan sampah mulai bermunculan saat Selasa pagi. Salim tak mengetahui siapa yang menaruh tumpukan sampah sepanjang Margonda tersebut. Akibat kondisi itu, Salim mesti kerja ekstra dengan membantu membereskan timbunan sampah di trotoar. 

loading...

Keluhan senada dilontarkan warga Kemirimuka lainnya, Winarto. Pria yang berprofesi sebagai penjual makanan di tepi Margonda tersebut menampik dugaan warga sekitarlah yang menaruh tumpukan sampah. Warga, tutur Winarto, tak akan berani membuang atau meletakan sampah sembarangan di jalan karena adanya ancaman denda. Penarikan sampah, lanjutnya, juga telah dilakukan secara kolektif di masing-masing kawasan pemukiman. Warga pun membayar retribusi atas jasa penarikan sampah itu.

Winarto menduga aksi penimbunan sampah Margonda terkait unjuk rasa dan mogok para sopir truk TPA Cipayung yang berlangsung di hari yang sama. Sampah ditengarai dibiarkan bertebaran dan menumpuk di kawasan utama Depok sebagai cara agar tuntutan mereka dipenuhi Pemkot.

Winarto meminta Pemkot memperhatikan tuntutan agar para pekerja penarikan sampah bisa lebih sejahtera. Pasalnya, para pekerja tersebut ikut berperan saat Depok meraih Adipura untuk pertama kalinya. 

Aksi mogok truk pengangkut menjalar pula ke Pasar Kemirimuka. Pengawas Pengangkutan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Pasar Kemirimuka Mustakim membenarkan tidak adanya pengangkutan sampah di pasar tersebut. Normalnya, pengangkutan sampah pasar ke TPA Cipayug dilayani lima unit truk. Kini, penarikan sampah sampah pasar tradisional itu lumpuh setelah truk hanya terpakir saja.

Halaman:

Editor: Bambang Arifianto


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

Fix Padang

Mengenang 118 Tahun Bung Hatta

13 Agustus 2020, 00:06 WIB
X