Baru Uji Coba, Sistem Satu Arah di Depok Masih Butuh Evaluasi

- 4 Agustus 2017, 10:44 WIB
SEJUMLAH kendaraan berbelok setelah melintasi Jalan Dewi Sartika, Kota Depok, Jumat 4 Agustus 2017. Sepekan diuji coba, sistem satu arah di Jalan Dewi Sartika perlu dievaluasi.

DEPOK, (PR).- Pemberlakuan sistem satu arah di Jalan Dewi Sartika, Kota Depok perlu dievaluasi setelah pelaksanaan uji coba selama sepekan. Pasalnya, ‎kemacetan masih terjadi di Jalan Dewi Sartika dan ruas jalan lain di sekitarnya. Berbagai hambatan arus lalu lintas di kawasan tersebut harus dibenahi.

Pengamat Perkotaan, Yayat Supriatna menyatakan, evaluasi mesti dilakukan guna membenahi masalah-masalah yang ditemukan selama uji coba. Menurutnya, pemberlakuan sistem satu arah harus memperhitungkan kapasitas jalan yang ada serta hambatan-hambatannya.

Meskipun uji coba berlangsung di Dewi Sartika, sistem satu arah juga berdampak ke ruas jalan di dekatnya, seperti Jalan Margonda, Jalan Arif Rahman Hakim, dan Sawangan. Masing-masing jalan, tutur Yayat, memiliki kapasitas dan hambatan yang berbeda.

"‎Ada (badan jalan) lebar, kecil," ujarnya.

Hambatan lalu lintas

Sedangkan hambatan bisa berupa aktivitas warga di tepi jalan, keberadaan pedagang kaki lima, parkir. Tanpa adanya upaya mengatasi hambatan, kemacetan bakal tetap terjadi‎ kendati sistem satu arah diterapkan. Apalagi, tutur Yayat, Margonda merupakan pusat ekonomi dan warga yang ramai setiap hari.

loading...

Hambatan Margonda akan lebih banyak dan berdampak kemacetan saat terimbas sistem satu arah Dewi Sartika. Hal itu lantaran arus kendaraan dari Citayam yang mengarah ke Sawangan melalui Dewi Sartika dialihkan ke Margonda.

Dari Margonda, kendaraan-kendaraan harus berputar melalui Jalan Arif Rahman Hakim, Nusantara, hingga masuk ke arah Sa‎wangan dan Pitara. Dari arah sebaliknya, arus kendaraan yang menuju Citayam  juga terlebih dahulu harus melewati Kartini atau Margonda sebelum berbelok ke tujuan.

Yayat mencontohkan, pemberlakuan sistem satu arah yang sempat dilakukan di Bogor berlangsung efektif karena terbantu dukungan kapasitas jalan. Namun, kondisi serupa belum tentu terjadi di Depok yang memiliki hambatan dan kapasitas berbeda di setiap jalan.

Tak heran, arus kendaraan di Margonda lebih padat karena menjadi pusat aktivitas ekonomi warga ketimbang Nusantara yang lengang. Padahal, kedua jalan itu sama-sama terimbas sistem satu arah Dewi Sartika.

Halaman:

Editor: Bambang Arifianto


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

Fix Padang

Mengenang 118 Tahun Bung Hatta

13 Agustus 2020, 00:06 WIB
X