Jumat, 29 Mei 2020

Deddy Mizwar Penantang Kuat Ridwan Kamil

- 17 Juli 2017, 02:46 WIB
BAKAL Calon Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyampaikan sambutannya pada Halal Bihalal dan Konsoilidasi Relawan Jabar Juara yang diselenggarakan Simpul Relawan di Hotel Harris, Jalan Peta, Kota Bandung, Minggu, 16 Juli 2017 lalu.*

JAKARTA, (PR).- Lembaga survei Saiful Munjani ­Research Center (SMRC) melakukan simulasi pemilihan kandidat Gubernur Jabar secara bertahap dari 10 kandidat hingga menjadi 2 kandidat. Hasil simulasi, para kandidat yang selama ini muncul dalam setiap survei, konsisten hadir.

Contohnya, saat simulasi tahapan mengerucut 5 kandidat, mun­cul nama Ridwan Kamil, (37,4%), Deddy Mizwar (19,2%), Dedy Mulyadi (14,3%), Aa Gym (11,1%), dan Dede Yusuf Macan Effendi (10,3%). Jika dikerucutkan menjadi 2 kandidat yang disimulasikan berhadap-hadapan pada saat Pilgub Jabar 2018, ada 4 kemungkinan.

Kemungkinan pertama, Ridwan Kamil (49,5%) vs Deddy Mizwar (36,8%). Kedua, Ridwan Kamil (57,7%) vs Dedi Mulyadi (22,2%). Ketiga, Ridwan Kamil (60,8%) vs Aa Gym (22,6%). Yang menarik ialah kemungkinan keempat, yaitu memasuk­kan Presiden PKS Sohibul Iman berhadapan dengan Ridwan Kamil.

Survei SMRC digelar pertengahan Juni 2017 dengan jumlah sampel 820 orang. Metode survei ialah multistage random sampling desa/kelurahan di kecamatan yang dipilih dengan jumlah proporsional. Tole­ransi kesalahan 3,5% dengan tingkat kepercayaan 95%. Responden diwawancarai lewat tatap muka.

Peneliti SMRC Deni Irvani me­ngatakan, jika Pilgub Jabar digelar saat survei dilakukan, Ridwan Kamil sementara unggul atas calon lain. ”Deddy Mizwar menjadi penantang paling kuat Ridwan Kamil. Penantang terkuat lainnya ialah Dedi Mulyadi. Ridwan unggul karena punya kualitas personal yang lebih positif dibandingkan calon lainnya. Tingkat disukainya paling tinggi,” katanya, akhir pekan lalu.

Deni menambahkan, variasi partai pengusung tak terlalu besar penga­ruh­nya terhadap elektabilitas. Dalam berbagai simulasi kemungkinan partai pengusung, Ridwan tetap berpe­luang lebih besar.

Tidak konstan

Ketua Umum DPP PDIP Andreas H Pareira mengatakan, hasil survei memang menunjukkan keberlanjutan terkait dengan kandidat-kandidat yang muncul. Namun, saat ini baru Nasdem yang menyatakan dukungan kepada calon tertentu, yaitu Ridwan Kamil.

”Partai lainnya belum menyatakan dukungan kepada kandidat tertentu, termasuk PDIP. Faktor dukungan partai berdampak pada dinamika pemilihan kandidat. PDIP punya hu­bungan baik dengan Ridwan Ka­mil, tetapi belum memutuskan paslon untuk Pilgub Jabar. Selain itu, ber­kaca pada tiga kali Pilgub Jabar, tren pemilihan di Ja­bar tak konstan. Jika ada isu-isu yang bisa mengintervensi cara berpikir masyarakat, bisa terjadi per­ubahan memilih,” ucapnya.

Wakil Ketua DPP Gerindra Ferry Joko Yuliantono menuturkan, untuk Pilgub Jabar, Gerindra sudah menyiapkan kandidat dari kader dan non­ka­der. ”Untuk kader kami mengu­sung Ke­tua DPD Gerindra Jabar Mulyadi. Namanya muncul dari hasil rapimda dan disetujui DPC se-Jabar. Kepada Mulyadi, kami minta terus sosialisasi agar popu­laritas dan elektabilitas naik signifikan,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Muhammad Ashari


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X